oleh

Terapkan Physical Distancing, Wisata Kampung Coklat Tambah 5 Wahana

Blitar, (afederasi.com) –  Pengelola Wisata Kampung Coklat yang terletak di Kecamatan Kademangan menambah lima wahana baru. Selain untuk memanjakan pengunjung, langkah ini juga sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi kerumunan massa (physical distancing) ditengah pendemi Covid-19.

Kelima wahan tersebut yakni rumah bibit, swinger, aladdin, carousel, dan spinning gokart.

Direktur Pengembangan Bisnis Wisata Kampung Coklat Akshin Alfata mengungkapkan, penambahan lima wahana ini sengaja dilakukan untuk menarik wisatawan. Meski dalam situasi pendemi, namun pihaknya memastikan pengelola menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Selain jumlah pengunjung dibatasi, petugas tak segan-segan menegur atau mengingatkan pengunjung yang lalai menerapkan prokes, baik jaga jarak maupun memakai masker,” terangnya.

Akshin melanjutkan, beberapa hari terakhir jumlah pengunjung mengalami peningkatan. Penerapan prokes sangat kita perketat, pengunjung yang masuk harus bergantian dan tidak boleh bergerombol.

“Meski jumlah pengunjung tidak sebanyak sebelum Covid-19 mewabah, untuk hari ini ada sekitar dua ribu pengunjung. Mayoritas wisatawan asal Blitar,” imbuhnya.

Akshin menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang masih memperbolehkan destinasi wisata tetap buka. Sehingga masih tetap bisa menerima kunjungan, khususnya dari internal Kabupaten Blitar.

“Tentu kita komitmen kita akan menerapkan prokes dengan ketat, dan menambah satuan tugas internal untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” tukasnya.

Sementara itu salah satu pengunjung Adi Maharani mengaku berwisata ke Kampung Cokelat hanya untuk melihat lebih dekat proses pembuatan coklat. Dirinya yang datang bersama teman-temannya penasaran dengan cara pembuatan biji kakao menjadi coklat.

“Saya kira tidak perlu takut ini dimasa pandemi Covid-19, karena justru menurunkan imun kita. Yang penting kita semua menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Nah, disini tadi, mulai masuk saja prokesnya sudah ketat. Dicek suhu tubuh, dikasih hand sanitizer, dan saat masuk harus bergiliran,” katanya. (dik)

News Feed