oleh

Suroboyo Carnival Night Market Tutup, Ini Tanggapan Disbudpar

Surabaya, (afederasi.com) – Pembongkaran tempat hiburan Suroboyo Carnival Night Market atau yang biasa disebut SCNM menarik perhatian banyak pihak. Tempat yang didirikan sejak tahun 2014 ini ternyata telah berhenti beroperasi sejak Maret 2020.

Dari pantauan reporter afederasi.com Senin (25/1/2021) pagi, tempat seluas 14 hektar di Jalan Ahmad Yani no 333 ini mulai rata dengan tanah.

Pada bagian fasad, tulisan SCNM tampak mulai usang. Sudah tidak ada lagi wahana yang berdiri. Tampak puluhan pekerja sibuk memindahkan barang-barang sekaligus membersihkan besi-besi yang menumpuk di berbagai tempat. Hanya bianglala usang yang belum dirobohkan. 

Agus Susanto, yang merupakan petugas keamanan menyatakan bahwa kenaikan pengunjung sempat terjadi pada 2-3 tahun awal berdiri. Sehingga pihak manajemen lambat laun mengosongkan lokasi lahan ini sewa 20 tahun.

Saat ditanya kondisi semasa pandemi, Agus melihat hanya ada beberapa pengunjung yang datang. Ia menjelaskan, pada awal pandemi tetap di buka, namun hanya didatangi 35 pengunjung.

“Tiket masuk diakhir pekan 65 ribu. Hari biasa 50 ribu,” ujarnya.

Baca Juga  Jatanras Tembak Mati Dua Pelaku Pembobol Rumah

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan laporan bahwa SCNM telah ditutup. Menurutnya, laporan tutup memang tidak harus diberikan, namun tetap ada informasi yang dibutuhkan.

“SCNM kan punya swasta. Penutupan tergantung pengelola. Saya belum menerima laporan. Biasanya menginformasikan untuk dinonaktifkan,” kata Antiek.

Ketika ditanya terkait tempat hiburan di Surabaya yang makin menipis, Antiek berharap supaya semua pihak memahami kondisi pandemi yang merubah banyak hal. Salah satunya, dunia pariwisata.

“Kondisinya kan lagi pandemi. Yang baru buka juga banyak, lho. Misalnya, tempat wisata anak untuk belajar profesi,” paparnya.

Ia juga menegaskan, karena masa pandemi pihaknya tidak bisa melakukan pekerjaan operasional. Hanya saja, masih ada beberapa tempat yang bisa buka dengan menjalani protokol kesehatan dengan ketat.

“Kami mengedepankan keselamatan dan kesehatan seluruh pihak,” pungkas Antiek. (dwd/yp)

News Feed