oleh

Situs Candi Tondowongso, Tempat Bermain Ikan Dimusim Penghujan

Kediri, (afederasi.com) – Kondisi Situs Candi Tondowongso yang berada di Desa Gayam Kecamatan Gurah cukup memprihatinkan. Pasalnya, mayoritas bangunan candi tergenang air saat musim penghujan. Bahkan dibeberapa bagian sudah ada ikannya.

Juru Pelihara Situs Candi Tondowongso Nursalim (53) mengatakan, genangan air itu selalu terjadi setiap musim hujan.

“Bisa kering kalau nanti sudah masuk musim kemarau,” tuturnya kepada pihak afederasi.com saat menunjukkan beberapa sisi situs yang tergenang air, Jum’at (19/2/2021) siang.

Kawasan situs yang berada di lahan seluas satu hektare tersebut terletak 2 meter di bawah permukaan tanah rata-rata sekitar akibat proses pengerukan. Tak ayal pada musim hujan dengan intensitas sedang, air selalu menggenangi kawasan tersebut.

Parahnya lagi, sungai kecil yang berada tepat di samping situs candi untuk aliran irigasi warga, sempat meluap dan banjir hingga banyak ikan jenis sungai tawar yang ikut terbawa. Menurut Salim, panggilan akrabnya, hal tersebut yang menyebabkan ikan masuk ke sela-sela candi yang tergenang air.

“Untuk ikannya tidak ada yang sengaja memasukkan, karena  aturannya memang tidak ada yang boleh memasukkan ataupun mengambil ikan tersebut,” ucapnya.

Disinggung mengenai perawatan di sekitar candi, pihaknya menolak jika situs tersebut tidak terurus. Dengan menunjukkan tanaman hias yang tumbuh dengan rapi berkat perawatan juru pelihara.

“Setiap hari kita rawat agar tidak diganggu sama orang yang tidak berkepentingan,” tegasnya.

Meski begitu pihaknya mengaku masih banyak pengunjung yang berdatangan dari luar daerah. Menurutnya, mereka datang karena sebelumnya di mimpikan oleh sesosok wanita agar datang ke situs ini.

“Enam bulan belakangan masih banyak pengunjung, perhari bisa 15 orang, biasanya ada yang bertapa ada juga yang hanya berfoto saja,” ungkapnya.

Salim berharap kedepan kepada pihak yang berwenang segera melakukan pengembangan. Agar bisa meningkatkan potensi ekonomi warga sekitar dan bisa menghapus anggapan warga terkait tidak terurusnya candi tersebut.

“Kemarin pihak BPCB sempat datang kesini untuk melakukan pemetakan lagi, hasilnya lahan di sekitar candi dengan ukuran 30 m x 24 m akan dilakukan ekskavasi, namun itu masih rencana masih menunggu kedepannya agar bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (is/yp)

News Feed