oleh

Satgas Covid-19 Beri Asesmen Satu Tempat Wisata untuk Buka

Tulungagung, (afederasi.com) – Lampu hijau untuk dibukanya kembali lokasi wisata di Tulungagung mulai terlihat. Hal ini seusai satuan tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung memberikan asesmen kepada pengelola wisata Nangkula Park Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

Wakil juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan jika sebelumnya Nangkula Park sudah mengajukan permohonan membuka kembali lokasi wisata di Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu,  dan sudah mendapatkan rekomendasi dari dinas pariwisata.

“Ini setelah dilakukan asesmen oleh gugus tugas kemarin hari Sabtu dan Minggu. Sekaligus trial penerapan protokol kesehatan yang harus dilakukan. Hasilnya memenuhi syarat untuk dikeluarkan rekomendasi,” katanya ketika dikonfirmasi afederasi.com, Senin, (1/3/2021).

Kendati demikian Galih menjelaskan, ada faktor yang menjadi alasan beberapa tempat wisata belum mengajukan permohonan. Salah satunya, indikator wajib yang harus dipenuhi pada proses asesmen.

Selain itu, ada perbedaan pembukaan dan penerapan kembali tempat wisata yang dahulu dengan sekarang. Kalau sekarang harus memenuhi beberapa persyaratan yang cukup banyak, karena hal tersebut sebagai bahan antisipasi pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Baca Juga  Lokasi Wisata di Kota Marmer Siap Dibuka Kembali, Ini Syaratnya

“Setelah melihat list yang harus dipenuhi kira-kira pengelola tempat wisata tersebut merasa belum memenuhi skor untuk dibuka kembali. Akhirnya mengurungkan niat untuk melakukan perizinan sambil memenuhi dahulu kebutuhan asesmen yang pokok,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Galih menuturkan, masing-masing dari tempat wisata yang belum mencukupi persyaratan asesmen memiliki beberapa kendala kasuistik berupa, infrastruktur, belum ada pos, ruang kesehatan, belum membentuk regu yang dilatih oleh satgas.

“Masing-Masing berbeda kasuistik. Ada yang sudah menyiapkan infrastruktur tapi belum menyiapkan material isinya seperti pos, ruang kesehatan, belum membentuk regu yang memiliki identitas yang sudah dilatih oleh satgas,” tuturnya.

Galih menambahkan, surat izin yang dikeluarkan bersifat dinamis. Artinya, ketika ditemukan pelanggaran yang berat akan dicabut kembali. Selain itu, apabila ditemukan dinamika terhadap lingkungan, misalnya terjadi kasus covid-19 yang masif.

“Surat izin atau rekomendasi tersebut bersifat dinamis atau fleksibel. Apabila ada pelanggaran yang cukup berat, surat tersebut akan dicabut kembali. Lebih dari itu, barangkali apabila di lingkungan tersebut terdapat kasus covid-19 yang cukup masif surat izin tersebut dapat dicabut,” pungkasnya.

Baca Juga  Beredar Isu Terjadinya Tsunami, Pengaruhi Jumlah Pengunjung Pantai Gemah

Dikonfirmasi di tempat berbeda, Anggota Satgas Covid-19 Bidang Komunikasi Publik Kabupaten Tulungagung, Dedi Eka Kurniawan mengungkapkan bahwa, hari ini (red-Senin, 1/3/2021) surat pengajuan dari tempat wisata Nangkula tinggal menunggu tandatangan dari Sekretaris Daerah (Sekda).

“Surat pengajuan Nangkula hari ini (red-Senin, 1/3/2021) tinggal menunggu tanda tangan Pak Sekda,” imbuhnya. (rra/dn)

News Feed