Minggu, 24 Oktober 2021, 22:26 WIB

Pengelola Berharap Lokasi Wisata Bisa Segera Dibuka untuk Pengunjung

Tulungagung, (afederasi.com) – Pengelola wisata di Kabupaten Tulungagung berharap agar segera dibuka kembali lokasi wisata bagi para pengunjung. Hal ini guna mendokrak perekonomian para pedagang yang menggantungkan hidupnya dari lokasi wisata.

Pasalnya pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini, sangat berimbas ke sektor perekonomian masyarakat. Seperti halnya pendapatan para pedagang di wisata jurang senggani Desa Nglurup Kecamatan Sendang, yang mengalami penurunan mulai 50-70 persen lantaran adanya penutupan lokasi wisata untuk pengunjung.

“Kalau dibandingkan dengan sebelum pandemi jauh turun hingga 50 persen. Hampir dua tahun warung- warung disini tutup total,” jelas Ketua Pokdarwis Jurang Senggani Tarni ketika dikonfirmasi afederasi.com Minggu, (24/10/2021).

Tarni menuturkan dalam waktu kurang lebih 2 bulanan ini sedikitnya ada tujuh warung yang sudah memberanikan diri untuk buka. Itupun dilakukan karena melihat kasus Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sudah melandai.

“Jadi kalau warungnya memang sudah buka, tetapi untuk wisatanya belum berani kita buka, pemerintah kabupaten (pemkab) kan masih melarangnya,” ujarnya.

Baca Juga  Inilah Dukungan Pemerintah untuk Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tujuan untuk membuka warung- warung tersebut untuk membantu perekonomian warga sekitar dan income mereka (para warga, red).

Pendapatan warung tersebut tergantung dengan jumlah pengunjung yang masuk ke wisata jurang senggani. Dimana dalam sehari di masa pandemi seperti ini tidak sampai 100 pengunjung.

“Pengunjungpun sangat sedikit, sebelum pandemi perharinya bisa mencapai 300 an pengunjung. Itupun yang kesini sekarang warga sekitaran Tulungagung yang hanya sekedar melepas penat dan mengambil foto,” terangnya.

Menurut Tarni pihaknya juga tidak menarik tiket masuk serta biaya parkir. Namun kalau pengunjung ingin mendirikan tenda untuk bermalam ada biaya penitipan kendaraan.

“Ya itu hanya untuk biaya penjagaan,” tambahnya.

Lanjut Tarni, dalam kondisi sekarang apabila pengunjung terlihat ramai dan berkerumun pihaknya memilih untuk membatasi kunjungan. Begitupun dengan pengunjung yang menginginkan ngecamp, hanya diperbolehkan 1 hingga 2 tenda saja.

“Ini kami lakukan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan mencegah terjadinya klaster baru,” tuturnya.

Pihaknya berharap Kabupaten Tulungagung segera turun ke level dua agar tempat wisata segera diperbolehkan buka.

Baca Juga  Realisasi Program Perlindungan Sosial Capai Rp117,3 Triliun

“Ketika sudah diperbolehkan buka kami juga akan segera mengurus ijinnya ke pihak satuan gugus tugas (satgas),” tandasnya. (er/dn)

News Feed