oleh

Pasca Diekskavasi, Begini Kondisi Petirtaan Candi Geneng

Kediri, (afederasi.com) – Kondisi situs petirtaan Candi Geneng di Dusun Kebonagung Desa Brumbung Kecamatan Kepung cukup memprihatinkan. Padahal, petirtaan seluas 5,2 meter persegi tersebut baru diekskavasi pada bulan Juli tahun lalu.

Berdasarkan pantauan afederasi.com, kondisi objek wisata peninggalan Kerajaan Kediri itu belum memiliki fasilitas yang memadai. Seperti ketersediaan pagar pembatas, dan keamanan yang harus dijaga secara manual oleh warga .

Perawat Candi Geneng Sholi mengatakan, setiap hari bersama Kepala Dusun, Muhammad Sulton serta warga melakukan perawatan pada Candi. agar tidak berlumut. Selain itu juga menguras air kolam saat sudah penuh.

“Ini kan petirtaan, jadi ada lima sumber air yang terus mengalir. Setiap hari kami harus menguras karena air menutupi semua bangunan,” katanya kepada afederasi.com, Sabtu (27 2/2021) siang.

Dalam menguras air tersebut, pihaknya harus menggunakan alat seperti pompa air. Menurutnya, hal ini disebabkan karena kedalaman air mencapai 2 meter dan tidak ada jalan air selain harus dikuras.

Dalam sekali proses pengurasan, pihaknya mengaku bisa menghabiskan biaya Rp 30 ribu untuk membeli bahan bakar. Uang itu didapatkan dari bantuan masyarakat maupun pengunjung yang datang secara sukarela.

Baca Juga  Densus 88 Ciduk Terduga Teroris di Kediri, Senapan Angin Hingga Buku Amalan Turut Diamankan

“Masuk ke sini gratis, tidak ada patokan harga. Kalau mau memberi silahkan, kami sediakan kotak di dekat pintu masuk petirtaan,” urainya.

Situs yang diperkirakan berasal dari peninggalan Kerajaan Kadiri ini mempunyai 5 mata air berbentuk patung kuda. Bangunan dari abad ke-11 hingga era Majapahit pada abad ke-14 itu terus memancarkan air pada masing-masing lubang.

Sholi mengatakan, air tersebut telah ada pada proses ekskavasi awal dahulu.

“Air disini itu asli dari pancuran sumber di lubang patung berbentuk kuda tersebut. Sebetulnya ada jalur pembuangan air namun karena telah lama teruruk oleh tanah jadinya tidak kelihatan,” terangnya.

Disinggung mengenai langkah pemerintah terkait tindak lanjut situa tersebut, pihaknya beberapa kali mendapatkan informasi rencana ekskavasi tahap kedua. Namun hal tersebut belum ada kepastian hingga saat ini.

“Kemarin katanya ada rencana ekskavasi lagi pada bulan sepuluh, namun tidak ada kabar lagi,” ungkapnya.

Sholi menambahkan, pihaknya berharap pemerintah segera melakukan ekskavasi periode kedua agar petirtaan Candi Geneng menjadi layak ebagai obyek wisata sejarah. (is/yp)

Baca Juga  Panjalu Djayati, Nama Baru Pendopo Kediri yang Punya Filosofi Kemenangan

News Feed