oleh

Masih Dua Tempat Wisata di Tulungagung Ajukan Permohonan

Tulungagung, (afederasi.com) – Hingga kini masih dua tempat pariwisata di Tulungagung yang mengajukan permohonan, semenjak pengajuan permohonan dibuka pada Sabtu, (20/2/2021) lalu.

Dua tempat wisata tersebut yakni, Nangkula Park Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu dan Punokawan Park Desa Banaran, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.

“Sudah ada dua yang mengajukan permohonan yaitu, dari Nangkula dan Punokawan,” ungkap Anggota Satgas Covid-19 Bidang Komunikasi Publik Kabupaten Tulungagung, Dedi Eka Kurniawan saat dikonfirmasi afederasi.com Rabu, (24/2/2021).

Dedi menegaskan, sebelum membuka kembali lokasi wisata, kedua pengelola wisata tersebut saat ini masih mengajukan permohonan kepada pihak Satgas Covid-19 tingkat kabupaten.

“Dua tempat wisata tersebut mengajukan permohonan pada saat sebelum dibuka kembali. Jadi, kedua wisata tersebut masih melengkapi dan mencukupi berkas-berkas dan dokumen-dokumen yang lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan ada beberapa berkas yang perlu disiapkan oleh pelaku wisata sebelum membuka tempat wisata seperti, menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) tempat cuci tangan, thermo gun, baner tentang sosialisasi edukasi Covid-19.

Baca Juga  Beredar Isu Terjadinya Tsunami, Pengaruhi Jumlah Pengunjung Pantai Gemah

“Jadi sebelum buka tempat wisata, para pelaku wisata harus betul-betul mempersiapkan. Termasuk di tempat tersebut ada satgasnya dan ruang karantinanya,” imbuhnya.

Adapun demikian Dedi mengatakan, tahapan asesmen yang perlu dilalui oleh pelaku wisata yakni, mendapat pengantar dari satgas desa, kemudian dilanjutkan ke satgas kecamatan, setelah mendapat asesmen dari satgas kecamatan selanjutnya ditindaklanjuti oleh Dinas Pariwisata selaku anggota satgas perubahan perilaku.

“Sebelum masuk ke pihak kami dari satgas kecamatan sudah melakukan asesmen, dari pihak dinas pariwisata nanti juga akan melakukan asesmen, apakah betul sudah sesuai dengan yang telah ditentukan. Kalau sudah sesuai, pihak kami sudah bisa melakukan tinjauan dan memastikan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sabtu, (20/2/2021) Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kabupaten Tulungagung, Didik Eka mengatakan, apabila ada pengunjung wisata yang tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) atau memiliki suhu tubuh lebih dari yang telah ditentukan, pengelola wisata harus berani menolak.

“Pengelola wisata harus mengupayakan pengunjung mematuhi prokes, kalau ada pengunjung luar kota memiliki suhu tubuh yang tinggi anda harus berani menolak. Hal itu, demi kesehatan dan keselamatan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (rra/dn)

Baca Juga  Satgas Covid-19 Beri Asesmen Satu Tempat Wisata untuk Buka

News Feed