oleh

Kenalkan Sejarah Tulungagung Melalui Gebyar Kebudayaan Islami

Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo saat membuka acara Gebyar Kebudayaan Islami “Grebeg Suro” di halaman Pemkab

Tulungagung, (Afederasi.com) –  Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan sejarah berdirinya suatu daerah. Seperti halnya yang dilakukan oleh Keluarga Sentono Dalem Perdikan Bumi Kasepuhan Majan, yang menggelar Gebyar Kebudayaan Islami pada Jumat (13/9).

Acara yang dilaksanakan selama tiga hari di halaman kantor Pemkab Tulungagung tersebut untuk mengenalkan kembali sejarah Kabupaten Tulungagung kepada generasi muda.

Ketua Yayasan Sentono Dalem Perdikan Majan (Yasendam) Raden Ali Sodik mengatakan, sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung tidak terlepas dari sejarah penyebaran agama islam. Pasalnya, dua hal ini selalu beriringan dan memiliki keterkaitan satu sama lain. Menurutnya, pendahulunya yakni Raden Khasan Mimbar adalah penyebar agama islam yang memiliki kontribusi penting dalam perkembangan masyarakat Tulungagung.

“Saat itu Kesultanan Mataram Pakubuwono 2 melalui bupati pertama yakni Eyang Ngabei Mangundirono mendelegasikan Raden Khasan Mimbar untuk berdakwah dan melaksanakan urusan pernikahan secara islam,” katanya.

Bukti lain yang menyebutkan Raden Khasan Mimbar memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Tulungagung lanjut Ali, adanya beberapa makam mantan Bupati Ngrowo (saat ini Tulungagung) yakni Ratu Tumenggung Pringgodininrat (bupati ke empat), Raden DJayadiningrat (bupati kelima), dan Raden Pringgokoesumo (bupati kesepuluh) di Desa Majan.

Baca Juga  Gubernur Jatim : Himbau Anak SMA/SMK Tidak Ikut Aksi Turun Ke Jalan

“Hal-hal seperti inilah yang perlu disampaikan kepada generasi muda. Jangan sampai mereka yang asli Tulungagung malah tidak memahami sejarah,” terangnya.

Ali menambahkan, dengan diadakannya kegiatan gebyar kebudayaan islami ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada generasi muda untuk mengetahui sejarah politik tempo dulu dan terus melestarikannya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo mengapresiasi kegiatan ini. Selain memperingati grebek suro dan memperkenalkan wisata religi, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengingatkan kembali tentang sejarah berdirinya pemerintahan Tulungagung.

“Ini juga penting bagaimana yang dahulunya bernama Kabupaten Ngrowo kemudian berubah menjadi Kabupaten Tulungagung,” tukasnya.

Berdasarkan pantauan media ini, panitia penyelenggara juga menyediakan puluhan tenda kepada pegiat UMKM di Kota Marmer. Mereka diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk dan menjualnya.

Gebyar kebudayaan islami “Grebeg Suro” ini juga menjadi pusat perhatian masyarakat lantaran juga menampilkan pertunjukan kesenian, pengajian, pertunjukan sholawat, dan orkes religi.

Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan bintang-bintang kenamaan idola para remaja seperti Gus Azmi Askandar, Musthofa “Debu”, Andi Bayou, Group Sholawat Nariyyah Akbar Al Mughits, Hadroh JSN Mustaghitsu Al Mughits Pusat, KH Shonhaji NWK Zubaidi, Hadroh Al Muayyad, dan Gus Aladdin Ali Raja. (ra/am)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed