oleh

Cegah Klaster Wisata, Ketatkan Prokes dan Batasi Jumlah Pengunjung

Trenggalek, (afederasi.com) – Meningkatnya temuan kasus Covid-19 diberbagai daerah langsung disikapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat, Pemkab akan membatasi pengunjung ke destinasi wisata sekaligus pengetatan protokoler kesehatan (prokes). Langkah ini sebagai upaya mencegah munculnya klaster wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Sunyoto mengatakan, pembatasan pengunjung serta penerapan prokes dilakukan agar jangan sampai menimbulkan klaster baru penularan Covid-19. Terlebih, pada akhir tahun ada cuti bersama yang biasanya diisi dengan berwisata.

“Selama masa pandemi covid-19 belum berakhir, kami ingin protokoler kesehatan benar-benar diterapkan dengan ketat disetiap tempat wisata Trenggalek,” ungkapnya, Selasa(1/12/2020).

Meski diprediksi terjadi lonjakan wisatawan lanjut Sunyoto, nantinya di tempat wisata tidak boleh melebihi kuota yang ditentukan. Yakni 50 persen dari kapasitas kuotanya.

Tatkala terjadi lonjakan pengunjung dan kuota sudah penuh, maka wisatawan akan diarahkan ke tempat-tempat wisata lain yang ada di Trenggalek,” terangnya.

Disamping itu masih kata Sunyoto, pihaknya juga mewajibkan pengelola destinasi wisata serta para pemilik warung atau souvenir untuk  mengoptimalkan protokoler kesehatan. Termasuk juga di depan pintu destinasi wisata harus ada check point untuk memeriksa suhu pengunjung.

Baca Juga  Antisipasi Musim Penghujan, Sejumlah Saluran Air Dikeruk

“Jadi, baik pengelola destinasi wisata maupun para pemilik warung atau toko souvenir yang ada wajib menjaga protokoler kesehatan. Minimal menyiapkan tempat cuci tangan di depan, dan memakai masker saat melayani pengunjung,” terangnya.

Sunyoto juga menyampaikan, untuk mengantisipasi penyebaran virus berbahaya tersebut pihaknya juga mengirimkan logistik, seperti APD, hand sanitaizer, sarung tangan, masker dan lainya kepada setiap destinasi wisata.

” Logistik itu nanti akan digunakan para petugas destinasi wisata untuk melindungi dirinya saat melaksanakan tugas serta untuk wisatawan yang berkunjung,” jelasnya.

Diakui Sunyoto, setiap akhir pekan atau hari libur pengunjung tempat wisata selalu banyak. Untuk mengantisipasi penyebaran virus, pihaknya telah melayangkan surat kepada pemilik atau pengelola destinasi wisata untuk menerapkan prokes dengan ketat.

“Selain itu nantinya kita juga akan menerjunkan petugas dari Disparbud yang akan melakukan pendampingan selama libur panjang,” pungkasnya. (pb/yp)

News Feed