oleh

Blokir Pupuk Subsidi Dicabut, Distribusi Mulai Dilakukan

Distribusi pupuk mulai dilakukan di wilayah Kecamatan Tanggunggunung, Jum’at (18/11/2019)

Tulungagung, (Afederasi.com) – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Tulungagung mengungkapkan upaya yang dilakukannya untuk membuka blokir distribusi pupuk di wilayah Tanggunggunung sejak Juni hingga kini telah membuahkan hasil. Dimana, distribusi pupuk bersubsidi sudah bisa dilakukan pada Jum’at (08/11/2019).

“Berbagai upaya sudah kami lakukan, mulai dari tingkat provinsi hingga ke kementrian, untuk mengadukan keluhan dari petani. Ya Alhamdulillah akhirnya blokir dibuka dan distribusi pupuk bisa dilakukan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung, Suprapti

Suprapti mengakui adanya pemblokiran pupuk ini membuat para petani memilih untuk membeli pupuk nonsubsidi yang mana harga pupuk cukup mencekik karena terbilang cukup mahal, demi keberlangsungan proses tanam.

“Hingga Oktober pupuk subsidi tidak kunjung ada, petani yang tidak sabar memilih membeli pupuk nonsubsidi. Bahkan untuk mendapatkan pupuk, petani rela menjual hewan peliharaannya seperti kambing maupun ayam demi bisa bercocok tanam,” katanya.

Pemblokiran distribusi pupuk ini berdasarkan pendataan Badan Pertanahan Nasional  (BPN). Pada tahun 2018 itu, pihak BPN telah mendata lahan pertanian berkelanjutan khususnya lahan sawah.

“Saya tidak menyalahkan BPN. Karena BPN hanya mendata lahan sawah. Padahal di Kecamatan Tanggunggunung ini bukanlah termasuk lahan sawah. Jadi lahan hutan produktif yang sudah puluhan tahun ditanami jagung oleh masyarakat dengan luasan sekitar 8.590 hektar,” paparnya.

Dalam satu tahun, wilayah Kecamatan Tanggunung menanam jagung sebanyak dua kali. Apabila sekali tanam luasan lahan sekitar 8.590 maka dalam satu tahun ada sekitar 17 ribu hektar luas tanaman jagung.

“Produksi jagung di Kabupaten Tulungagung dalam satu tahun kurang lebih 48 ribu ton jagung, dan sepertiganya merupakan hasil panen dari wilayah Kecamatan Tanggunggunung,” kata Suprapti.

Sebelum dilakukannya pemblokiran, setengah kuota pupuk bersubsidi di Kecamatan Tanggunggunung sudah terserap pada masa tanam pertama. Dan kini sisa kuota yang terblokir terdiri dari pupuk urea sebanyak 1.269,5 ton, phonska 930,5 ton dan organik sebanyak 1.265,5 ton. (an)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed