oleh

Berwisata Ditengah Pandemi, Yuk ke Candi Dorok

Kediri, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri telah menutup destinasi wisata sejak penyebaran Covid-19 kian meningkat, termasuk saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Namun, bagi traveler sejati tidak perlu risau. Sebab, masih ada alternatif tempat wisata yang bisa dikunjungi meski dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yakni Candi Dorok yang terletak di Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu.

Lokasi candi sejauh 15 kilometer (km) ke arah timur dari arah Pare ini menarik dikunjungi karena jumlah pengunjung tidak sebanyak destinasi wisata lain. Bahkan pengunjungnya bisa dihitung dengan jari. Bisa dibilang, Candi Dorok lebih nyaman disebut wisata edukasi daripada sekedar tempat rekreasi.

Konstruksi candi Dorok terbuat dari batu bata. Dikarenakan telah terkubur cukup lama dan belum dilakukannya renovasi, mengakibatkan batu bata di candi ini tampak berwarna putih. Bangunan candi ini terletak di bawah permukaan tanah sedalam 3 meter.

Penjaga candi sekaligus pemilik tanah dan penemu Tumidi (67) saat ditemui pihak afederasi.com menuturkan, jika sehari-hari memang masih ada pengunjung yang datang untuk sekedar berswa foto atau melihat lihat saja.

“Setiap hari masih ada sekitar 10 orang yang berkunjung,” katanya, Rabu (20/1/2021) siang.

Menurutnya, mereka yang datang hanya sekedar mengisi waktu luang dan liburan. Karena memang lokasi tersebut terbilang tempat yang tidak begitu ramai dan akses masuk yang gratis, dengan tempat di samping pekarangan rumah warga, candi tersebut terbilang sepi layaknya bangunan rumah biasa.

“Kalau ini kan kecil, tidak ada orang jualan, cuma bangunan ini saja,” imbuhnya.

Namun daripada itu, Tumidi menuturkan jika semua yang berkunjung selama pandemi Covid-19 tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk yang kesini meskipun terbilang area sepi, namun prokes tetap berjalan,” terangnya.

Seperti yang diketahui, Candi Dorok ditemukan oleh Tumidi pada tahun 1996 secara tidak sengaja saat hendak menanam bibit pohon melinjo di pekarangan rumahnya. Tiba-tiba cangkul yang digunakannya mengenai tumpukan batu bata. Ketika digali lebih dalam dan makin melebar, ternyata batu bata tersebut membentuk bidang segi empat.

“Setelah itu saya lapor pemerintah desa yang diteruskan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri,” terangnya.

Menurut Tumidi, penggalian selanjutnya dilakukan oleh BPCB Jawa Timur yang menyimpulkan bahwa tumpukan batu bata tersebut merupakan bagian dari badan candi. Sedangkan tanah yang ada di sekitar candi digali sehingga membentuk bidang segi empat berukuran sekitar 5 meter dan disediakan sebuah tangga yang menjorok ke bawah pengunjung bisa menggunakan untuk  melihat lebih dekat bagian dasar candi.

“Untuk bagian atasnya candi telah dibangun atap dari seng untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat cuaca hujan dan panas,” ungkapnya.

Meski begitu, Turmudi tidak menpik jika tempat ini pernah tutup karena anjuran pemerintah untuk menghentikan penyebaran penyakit virus Covid-19 di kawasan wisata.

“Pernah dulu mas, pas lagi naik-naiknya awala pandemi,” pungkasnya. (is/yp)

News Feed