oleh

Beredar Isu Terjadinya Tsunami, Pengaruhi Jumlah Pengunjung Pantai Gemah

Tulungagung, (afederasi.com) – Sejak beredarnya isu potensi tsunami di pesisir pantai selatan, nampaknya berpengaruh terhadap jumlah pengunjung di Pantai Gemah yang berada di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.

Biasanya di waktu libur panjang banyak pengunjung yang menikmati pesona keindahan pantai. Namun, sekarang pengunjung Pantai Gemah justru mengalami penurunan hingga 50 persen,  khususnya untuk wisatawan yang berasal dari luar kota.

Ketua Pokdarwis Pantai Gemah, Imam Rojikin mengatakan, banyak isu terjadinya potensi tsunami yang akan terjadi di Gemah, serta adanya isu wisata pantai Gemah hingga kini masih tutup karena adanya pandemi Covid- 19. Ini sangat berpengaruh terhadap jumlah pengunjung,  dan isu semua itu merupakan hoax dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Banyaknya isu yang beredar, mempengaruhi wisatawan yang berasal dari luar kota, mereka merasa khawatir jika berkunjung ke Pantai,” katanya.

Pasca adanya pandemi, pantai Gemah sudah buka sejak (20/07/2020) lalu. Meskipun sudah dibuka tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan anjuran pemerintah. Seperti halnya wajib memakai masker, dan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk. Menyediakan tempat untuk mencuci tangan.

“Ketika ada pengunjung yang suhu tubuhnya melebihi 37 derajat celcius maka tidak kami perkenankan untuk masuk,” tambahnya.

Rojik melanjutkan, memasuki libur panjang yang dimulai Rabu lalu, (28/10/2020) sampai hari ini Sabtu, (31/10/2020) ada peningkatan jumlah pengunjung pantai, namun tidak terlalu signifikan.

Pasalnya, pada hari libur tahun baru lalu bisa mencapai 22 ribu pengunjung. Di hari libur sekarang hanya mencapai 1.000 pengunjung pada hari rabu lalu, dan pada hari ini tercatat 3.000 pengunjung.

“Sebelum adanya isu beredar bisa mencapai 8 ribu – 12 ribu pengunjung di setiap hari Minggu meskipun masih pandemi,” tukasnya.

Senada disampaikan oleh hubungan masyarakat (humas) Pantai Gemah, Purnomo. Menurutnya, prediksi untuk pengunjung hari minggu besok hanya sekitar 3 ribu sampai 4 ribu. Mengingat anomali cuaca yang tidak menentu seperti pada saat ini.

“Namun, untuk kabar yang beredar mengenai akan ada tsunami di pantai Gemah itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu salah satu penjual ikan di area pantai, Lilik mengaku hanya mendapat sedikit penghasilan setelah adanya isu yang beredar.

“Hanya mendapatkan untung bersih Rp75 ribu perhari, paling banyak hanya Rp100 ribu,” imbuhnya. (er/ dn)

News Feed