oleh

Antisipasi Klaster Wisata, Ini yang Dilakukan Disparbud

Trenggalek,(afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19 tak terkecuali diempat belas destinasi wisata yang telah dibuka.

Terbaru, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat, Instansi plat merah tersebut melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan di wisata hutan Mangrove Kecamatan Watulimo pada Rabu (26/8/2020).

Kepala Disparbud Trenggalek Sunyoto menjelaskan, pemantauan penerapan protokol kesehatan ini sengaja dilakukan untuk memelihara agar destinasi-destinasi wisata di Kota Tempe Kripik tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Tujuan kami agar bisa melihat langsung situasi dan kondisi. Kemudian, kalau seandainya ada hal yang tidak tepat atau kurangnya protokol kesehatan, maka kami akan mengingatkan pengelola maupun wisatawan,” ungkapnya.

Harapannya lanjut Sunyoto, pengelola serta wisatawan agar tetap menjaga protokol kesehatan dan benar-benar di terapkan. Sehingga destinasi wisata di Trenggalek tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

“Monitoring ini akan kita lakukan rutin setiap akhir pekan dan pada hari-hari libur. Karena disitu biasanya wisatawan cukup banyak. Akan tetapi kalau hari-hari biasa tidak dilakukan karena keterbatasan tenaga,” jelasnya.

Baca Juga  Jelang Pendaftaran, KPU Jelaskan Bilamana Bacabup Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ditambahkan Sunyoto, kemarin memang ada 14 destinasi wisata yang telah dilaunching oleh Bupati Trenggalek pasca ada temuan di lokasi wisata Putri Maron. Hanya saja untuk destinasi wisata Goa Lowo yang berada di Watulimo ditutup kembali.

“Memang wisata Goa Lowo ini ditutup kembali, karena akses masuk sangat sempit sehingga physical distancing tidak mungkin bisa diterapkan. Untuk itu demi antisipasi penyebaran Covid sampai sekarang masih ditutup,” pungkasnya. (pb/yp)

News Feed