oleh

Waspada DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Demam berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit rutin yang terjadi setiap tahun. Wabah DBD biasanya akan mulai meningkat saat pertengahan musim hujan, hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk karena meningkatnya curah hujan. Tidak heran jika hampir setiap tahunnya, wabah DBD digolongkan dalam kejadian luar biasa (KLB). kita saat ini dihadapkan dengan Covid-19, tentunya masyarakat tidak boleh menyepelekan virus yang disebarkan oleh nyamuk Aides agepty yang terbukti sebagai salah satu penyakit yang mematikan di dunia.

Kementerian kesehatan mencatat sebanyak 71.633 kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga Juli 2020 di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 459 kasus, angka kematian pada 2020 diklaim menurun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019. Pada periode Januari-Juli 2019, Kemenkes mencatat sebanyak 112.954 kasus DBD di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 751.

Masyarakat harus mewaspadai DBD di tengah pandemi infeksi virus corona (Covid-19). Yang dapat mengakibatkan Indonesia terancam mengalami infeksi ganda akibat DBD dan Covid-19.

Baca Juga  Nelayan Keluhkan Maraknya Keramba Lobster di Pantai Popoh

Masyarakat dapat melakukan upaya Pencegahan DBD dengan 3M Plus:

  1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
  2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
  3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut:

  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
  • Menggunakan obat anti nyamuk.
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
  • Gotong Royong membersihkan lingkungan.
  • Periksa tempat-tempat penampungan air.
  • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup.
  • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras.
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
Baca Juga  Libur Panjang, Obyek Wisata di Kota Blitar Bakal Dipantau

News Feed