Jumat, 28 Mei 2021, 15:28 WIB

Upin-Ipin dan Tayangan Ramah Anak di Indonesia

*Oleh : Khabibur Rohman

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus berterima kasih kepada pemerintah Malaysia, atau lebih spesifik kepada Les’ Copaque Production. Tentu saja atas budi baik mereka memproduksi tayangan edukatif bagi masyakarat Indonesia yang bisa diakses secara mudah, murah dan menyenangkan, yakni serial Upin & Ipin. Serial animasi yang berkisah tentang kehidupan si bocah kembar, dengan ciri khas berkepala gundul, benar-benar meraih sukses di Indonesia.

Hadirnya Serial Upin & Ipin di industri pertelevisian Indonesia bak oase di tengah gurun pasir. Kita semua tahu bahwa memilih tayangan televisi di Indonesia yang “tidak membodohkan” adalah perkara yang sangat sulit, sama sulitnya dengan mencari rambut di kepala Dedy Corbuzier. Acara televisi di Indonesia penuh sesak dengan tontonan yang bisa berdampak buruk terutama jika ditonton oleh anak-anak.

Mulai dari acara infotainment yang menyajikan drama kehidupan para selebritas, terutama kebiasaan mereka “kawin-cerai”. Juga Reality show kehidupan para artis yang memamerkan kemewahan, atau FTV yang katanya based on true story yang berisi kumpulan kisah-kisah intrik dan penghianatan suami-istri. Belum lagi sinetron Indonesia yang didominasi percintaan remaja dan perselisihan antar anggota keluarga. Juga berita kriminal, politik , dan kehidupan sosial-ekonomi masyartakat yang seolah sedang memberi pengasan bahwa Indonesia adalah negri penuh masalah. Dan jangan lupakan kontes musik penuh gimik yang hadir pada saat prime time.

Pada titik inilah Serial Upin & Ipin hadir sebagai jawaban atas keresahan para orangtua dalam memilihkan tayangan televisi yang sesuai dengan tumbuh kembang anak dan bisa membawa pengaruh baik. Terlebih di masa pandemi. Para orangtua sedang dihadapkan pada situasi dimana anak-anak mereka yang mulai stress karena harus bersekolah dari rumah masing-masing dan seluruh aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak menjadi sangat terbatas. Televisi menjadi hiburan yang murah dan terjangkau.

Baca Juga  Indonesia Kembali Kedatangan 15,3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca

Sebagai tontonan bagi anak-anak, Serial Upin & Ipin bisa dibilang sangat lengkap. Selain menghadirkan kisah-kisah seru seputar kehidupan anak-anak, kartun Upin & Ipin juga syarat akan pesan moral. Seperti cinta lingkungan, menghormati keberagaman, semangat belajar dan solidaritas pertemanan. Wajar jika Upin & Ipin begitu digemari oleh masyarakat Indonesia, sampai-sampai MNC TV menayangkannya 3 kali dalam sehari selama seminggu penuh, yakni pada pukul 07.00, 16.30 dan 18.00.

Indonesia bukannya tidak punya sama sekali serial animasi produksi dalam negeri yang diperuntukkan untuk anak-anak. Ada serial serupa hasil produksi anak bangsa berjudul Adit & Sopo Jarwo. Tapi kualitas grafis tidak sebagus Upin & Ipin, juga keseruan cerita yang dihadirkan. Meski berbeda negara, cerita yang dihadirkan serial Upin & Ipin lebih relate dibandingkan serial Adit & Sopo Jarwo.

Jika pada akhirnya banyak anak-anak kecil di Indonesia fasih berbahasa Melayu dan lebih mengenal budaya Malaysia, saya rasa hal itu adalah harga yang pantas. Jika pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlalu gengsi untuk mengucapkan terima kasih kepada produsen Upin & Ipin, biarlah saya mewakili seluruh orangtua yang akan mengucapkannya.

Baca Juga  Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Negara Non Struktural

*Penulis adalah Dosen IAIN Tulungagung

News Feed