Senin, 25 Januari 2021, 16:17 WIB

Mengenali Seni Kerajinan Lokal asal Kotagede Yogyakarta

Kerajinan logam atau kriya logam bermotif yang diukir menggunakan teknik khusus, merupakan seni warisan leluhur bagi masyarakat di Kotagede Yogyakarta. Setiap sudut di Kotagede menyimpan kekhasan pengrajin logam tersendiri. Mulai dari pengrajin perak maupun pengrain tembaga kuningan. Melansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, budaya tradisional dikelompokkan menjadi dua, yaitu Budaya nonbenda, seperti pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat. Budaya artefak atau obyek budaya, di antaranya pakaian daerah, benda tradisional, senjata, rumah adat, dan masih banyak lainnya. Kedua jenis budaya tersebut menjadi sumber inspirasi dari pembuatan kerajinan ukir logam di Kotagede. Contohnya kerajinan ukir perak, tembaga dan kuningan, setelah dibentuk menjadi berbagai kerajinan logam kebutuhan rumah tangga seperti tempat makan, vas bunga hingga kerajinan lainnya, dahulu sering dibawakan pada acara-acara penerimaan tamu kerajaan hingga oleh-oleh wisatawan saja. Mengingat dahulu di abad ke 16, Kotagede adalah ibukota Kerajaan Mataram Islam yang sangat maju, bahkan pemerintahan kolonial Belanda menjadikan kerajinan perak sebagai komoditi tersendiri yang dibawa ke Eropa kala itu, khusunya Belanda.

Nah, Kotagede memiliki motif ukir logam yang sangat khas. Motif-motif klasik ukir logam tersebut biasanya terinspirasi dari kekayaan alam di Kotagede, yakni dari flora (tumbuhan). Selain mengangkat tema kehidupan di alam, motif tersebut pun kini juga dikembangkan dengan motif baru dalam setiap kerajinan ukir logam. Walaupun demikian, motif klasik Kotagede juga dipertahankan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian alam. Apa saja sih kerajinan ukir logam yang ada di Kotagede?

Kerajinan Perak

Baca Juga  Realisasi Pemulian Ekonomi Nasional Capai Rp172,35 Triliun

Kerajinan perak adalah salah satu kekayaan seni Kotagede yang diabadikan dalam perhiasan oleh perajin perak disana. Kerajinan perak di Kotagede sudah berkembang sejak abad ke-16. Saat ini kerajinan perak menjadi salah satu cinderamata yang wajib dibeli wisatawan ketika berkunjung ke Yogykarta.

Di Kotagede wisatawan bisa menemukan toko-toko yang menjual perhiasan perak disepanjang jalan utama Kawasan Kotagede, beberapa toko sengaja menawarkan dengan diskon harga yang besar-besaran. Dikampung belakang toko-toko tersebut kita juga bisa melihat langsung proses produksi kerajinan perak oleh para perajin perak, bahkan bisa mencoba ikut membuatnya. Kerajinan perak di Kotagede bentuknya beragam, mulai dari cincin, kalung, gelang, hiasan dinding hingga berbagai bentuk kerajinan perak lainnya yang sangat indah. Harganya pun juga bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Awalnya kerajinan perak hanya dikenal di kalangan bangsawan dan kerajaan saja. Namun, saat ini kerajinan perak tersebut sudah populer bagi masyarakat umum bahkan hingga ke mancanegara.

Helm ukir logam

Selain kerajinan perak, Kotagede juga punya kerajinan ukir logam yang khas, yakni helm ukir logam. Di Kotagede, wisatawan bisa mendapatkan helm atau topi ukir logam dengan motif khas kotagede untuk dikoleksi sendiri atau dijadikan oleh-oleh khas dari Kotagede.

Helm atau topi ukir logam khas Kotagede memang unik dengan motifnya yang custom dipadukan dengan motif klasik Kotagede untuk mengangkat karifan lokal. Motif klasik kotagede ukiran berbentuk flora memang dikenal detail dan indah. Wisatawan bisa menemukan juga di beberapa toko yang menjual khusus kerajinan helm atau topi ukir logam tersebut disepanjang jalan utama kawasan Kotagede.

Baca Juga  Bupati Buka Pertemuan Penyusunan GDPK

Biasanya helm atau topi ukir logam khas kotagede diminati oleh orang-orang yang bekerja disektor pertambangan, perminyakan dan sejeninya untuk dijadikan souvenir. Namun, beberapa orang juga sengaja memesannya untuk koleksi pribadi. Harga untuk sebuah topi atau helm ukir logam mulai dari Rp. 1.500.000 ke atas, tergantung tingkat kesulitan motifnya.

Kerajinan tembaga kuningan

Selain kerajinan perak dan helm atau topi ukir logam yang khas diatas, Kotagede juga menyimpan para pengrajin tembaga kuningan terbaik di tanah air. Kerajinan tembaga kuningan adalah kerajinan yang dibuat dengan keterampilan tangan juga, dibuat dari lembaran plat tembaga dan kuningan yang pahat (tempa/kentheng) menjadi kerajinan ukir tembaga kuningan yang detail. Kerajinan tembaga kuningan juga menjadi kerajinan yang berharga karena memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satu keistimewaan kerajinan tembaga kuningan adalah prosesnya yang membutuhkan keuletan dan proses yang berbeda dengan perak hingga warnanya yang unik. Mulai dari membuat pola, proses pembentukan pola di tembaga dan kuningan yang dilakukan beberapa kali, hingga finishingnya. Proses ini bisa memakan waktu antara 1-3 minggu untuk bisa menghasilkan sebuah kerajinan ukir tembaga kuningan yang detail dan menakjubkan.

Adalah Nursih Basuki Art Studio atau dikenal dengan NBAS Kotagede Kriya Logam, sebuah studio kriya logam khusus kerajinan ukir tembaga kuningan yang letaknya di Kawasan Kotagede Yogyakarta. Pengrajin disana sudah menekuni kerajinan ukir tembaga kuningan lebih dari 18 tahun lamanya.

Di studio kriya logam tersebut terdapat juga sebuah sanggar seni berisikan khusus para pengrajin tembaga kuningan berpengalaman di Kotagede. Dengan alat produksi manual, belasan pengrajin tembaga kuningan, mampu membuat beragam kerajinan tembaga kuningan pesanan, mulai dari garuda pancasila tembaga, relief tembaga hingga patung landmarktembaga. Keindahan dan keunikan kerajinan tembaga kuningan pengrajin di studio tersebut adalah pada tingkat kedetailan dan setiap ukiran logam yang berkarakter.

Baca Juga  Ketua DPD RI: Inovasi Dibutuhkan untuk Pulihkan Ekonomi Daerah

Memiliki sebuah kerajinan logam khas kotagede layak untuk dicoba, apalagi harganya masih terjangkau jika langsung di tempat pengrajinnya. Jika kamu penasaran sama kerajinan logam di Kotagede, bisa langsung cari informasinya dulu di Kotagede. Namun, kini akibat pandemi Covid-19, beberapa toko kerajinan disana mulai bisa dijumpai di platform digital. Misalnya NBAS Kotagede Kriya Logam, melalui akun sosial media instagram @nbas_jogja, studio kriya logam tersebut menolak sunyi, aktif berbagi informasi menarik terkait perkembangan kerajinan buatannya.

Dalam perkembangannya, Kotagede kini masuk dalam Kawasan objek vital nasional. Sebuah Kawasan yang tentunya diakui sejarahnya, aktualisasi praktiknya hingga keberadaanya saat ini. Sayangnya, jika kita membahas sektor kerajinan logam di Kotagede menunjukan trend yang tidak seramai dulu. Hal tersebut dibuktikan dengan mulai meredupnya regenerasi pengrajin logam muda disana.

Jika seni lokal adalah sesuatu warisan yang harus dilestarikan, tidakkah hal ini mengingatkan butuh usaha bagi semua pihak untuk bukan hanya sekedar merawat seni tersebut, tetapi juga dapat mengembangkan atau berinovasi sesuai perkemban zaman. Jadi kapan kamu mau berburu Kerajinan Perak, tembaga dan kuningan di Kotagede, kawan?

News Feed