oleh

Update Bursa Polling Calon Wakil Bupati, Detik-detik Menunggu Rekom DPP PDIP

Hasil Polling Sementara

Tulungagung (Afederasi.com) – Penentu bakal calon wakil bupati Tulungagung, Jawa Timur mendampingi Bupati Maryoto Birowo berada di genggaman ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, DPP Nasdem serta 50 anggota DPRD setempat. Namun demikian dukungan masyarakat yang diinginkan terhadap siapa bacawabup bisa dilihat dari polling yang dilansir www.afederasi.com.

Konsultan hukum HW and Partner’s Law Firm, Hery Widodo mengatakan polling bursa bacawabup mendapat respon positif dari masyarakat kota Marmer. Buktinya polling yang digelar sejak 28 Agustus silam. Perolehan suara masing-masing bacawabup terus mengalami peningkatan.

Polling hingga Selasa (17/9/2019) pukul 05.21 WIB. Owner Romo Wijoyo Group Gatot Sunu masih menduduki peringkat pertama dengan raihan 2.165 suara (35.1 persen),  Tatang Suhartono 1.803 suara (29.2 persen), direktur RSUD dr Iskak, Supriyanto meraih suara 1.117 suara (18.1 persen), Bambang Agus Susetyo 511 suara (8.4 persen), Ahmad  Djadi 350 suara (5.75 persen), dan yang tidak menjatuhkan pilihan 219 suara (3.5 persen).  

“Pergerakan polling terus diikuti oleh masyarakat. Kami ingin mengetahui suara dari kalangan rakyat,”tegas Heri.

Menurutnya polling digelar jauh sebelum PDIP membuka penjaringan. Sebanyak 11 orang yang mendaftar dalam penjaringan. Mereka adalah Permadi (Akademisi), Tatang Suhartono (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tulungagung), Agus Santoso (Camat Pucanglaban), Bambang Agus Susetyo (Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur) dan Mohamad Soleh (Kepala Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung). Suharminto (wakil ketua bidang organisasi DPC), Islandri (Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC),  Wiwik Triasmoro (Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC), Sodik Purnomo (Sekretaris DPC PDIP Tulungagung), Gatut Sunu (Pengusaha), dan Saleh Mukadar (mantan ketua umum Persebaya).

Baca Juga  Inilah Empat Kader PDIP Diusulkan Calon Wakil Bupati Kota Marmer

Dari nama-nama yang dijaring dalam polling, lanjut Heri Widodo hanya direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto yang tidak ikut penjaringan PDIP secara formal seperti yang lainya. Berbeda dengan Ahmad Djadi. Dia tidak mungkin mengikuti penjaringan PDIP karena sebagai ketua DPD Nasdem, partai yang notabenenya mengusung pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo.

Direktur RSUD dr Iskak tidak ikut penjaringan?. Heri menegaskan pengambilan nama dalam polling berdasarkan suara masyarakat dan komunikasi yang dibangun mereka dengan berbagai pihak. Meski pada akhirnya dr Pri panggilan akrab Supriyanto tidak ikut penjaringan itu hak dia. Dalam penjaringan PDIP yang dibuka lewat DPC dan DPD itu muncul 11 nama. Apakah nanti DPP PDIP akan memilih nama-nama itu atau mengambil nama di luar penjaringan?.

“Saya menyakini PDIP akan mengambil nama-nama yang ikut penjaringan saja,”papar Heri.

Heri Widodo menambahkan pasca polling diluncurkan banyak bacawabup yang namanya ingin dimasukan. Nama-nama yang masuk polling adalah nama-nama yang di luar pengurus PDIP dan berasal dari Tulungagung. Dalam perkembanganya, ada beberapa nama yang ikut dalam penjaringan seperti Soleh Mukadar, Permadi dan mungkin nanti akan muncul nama-nama yang bakal direkom oleh DPP Nasdem.

Baca Juga  Masuk Polling Cawabup Tulungagung, Jika Dipercaya Partai Kepala LPMP Jatim Bambang AS Siap Jalankan Amanah

Siapa yang dianggap layak menduduki wakil bupati?

Menjadi Wakil Bupati Kabupaten Tulungagung sisa jabatan periode 2018-2023 nampaknya bukan hanya sekedar orang nomor dua yang menggantikan ketika bupatinya berhalangan. Realitias di pemerintahan kabupaten mungkin berbeda dengan daerah-daerah lain. Pasca rangkaian OTT KPK menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati 2018 silam. Meski ditetapkan menjadi tersangka KPK, bupati incumbent Syahri Mulyo berhasil mengalahkan lawanya Margiono-Eko Prisdianto. Pemkab dikendalikan oleh Pj dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Jarianto.

Syahri Mulyo akhirnya dilantik menjadi bupati oleh Kemendagri dan langsung digantikan Maryoto Birowo sebagai Plt. Serangkan penyidikan dan pengembangan kasus korupsi tidak membuat Maryoto Birowo dijadikan bupati definitif langsung. Untuk menjadi bupati definitif membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) banyak yang kosong. Kekosongan itu disebabkan karena pejabat eselon II banyak memasuki masa pensiun. Lelang jabatan kepala OPD yang sedang berjalan adalah Asisten Administrasi Umum,  Staf ahli bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan,  Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Dinas Sosial, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak, Kepala Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Inspektur, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Sumber Daya Air.

Baca Juga  Sebelas Orang Ikut Fit And Proper Test Bacawabup Tulungagung, Di Kantor DPD Jatim

Ada beberapa OPD yang akan dilelang selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang kepalanya Sutrisno menjadi tersangka KPK dalam suap proyek infrastuktur. Dalam tahun ini pejabat eselon II memasuki masa pensiun dan secara otomatis akan kosong jabatan kepala di OPD itu. Di legislatif, mantan ketua DPRD Supriyono juga menjadi tersangka lembaga  superbody itu. Tidak sedikit kepala OPD, Kabid, Kasi dan anggota DPRD periode 2014-2019 dan para pihak dimintai keterangan oleh KPK dan sebagian menjadi saksi dalam persidangan Syahri Mulyo dan Sutrisno.

Sementar itu, Rektor IAIN Tulungagung Maftukin Rasmani mengatakan menegaskan Tulungagung kedepan membutuhkan pemimpin yang visioner. Jangan sampai menjadi pemimpin hanya memperhitungkan akan mendapat apa ketika menjabat.

“Pemimpin harus memikirkan Tulungagung dalam jangka panjang,”katanya.

Rektor IAIN Tulungagung, Maftukin Rasmani

Dijelaskan pemimpin yang visioner harus mampu membuat inovasi-inovasi. Bagaimana merubah kelemahan dijadikan menjadi kekuatan. Jangan sampai kekuatan-kekuatan menjadi kelemahan. Padahal Tulungagung banyak mempunyai kelebihan. Dia mencontohkan hutan di daerah selatan sudah banyak gundul. Bagaimana jika digarap menjadi perkebunan yang menjadi obyek wisata. Begitu juga dengan banyaknya pantai yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan daerah lain untuk digarap secara serius.

Maftukin menjabarkan masyarakat sudah mempunyai kreatifitas masing-masing sesuai dengan bidang mereka baik dalam perdagangan, pertanian dan lain sebagainya. Masyoritas tidak lagi membutuhkan bantuan bersifat instan. Dia mencontohkan bantuan pendidikan itu sudah program pemerintah. Nah pemimpin harus bisa membuat terobosan-terobosan dalam membangun kabupaten lebih maju.

Alumni IAI Tribakti Kediri menegaskan menjadi pemimpin-pemimpin yang visioner  sudah saatnya dipegang oleh anak-anak muda, mungkin usianya 30-40 tahun atau 40-50 tahun. (am)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed