Senin, 8 April 2019, 12:43 WIB

Penyebar Ujaran Kebencian Divonis 15 Bulan Penjara

Afederasi.com – Rohmad Koerniawan alias Wawan Herex (38) warga Desa Serut Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jatim yang merupakan terdakwa kasus ujaran kebencian di media sosial (medsos) Facebook dengan akun Imam Insani akhirnya divonis 15 bulan penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 2 bulan kurungan pada Senin (08/04/2019), di Pengadilan Negeri setempat.

Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) dan pasal 45 ayat (4) jo pasal 27 ayat (4) UURI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 17 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya yakni 2 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyar subsider 3 bulan kurungan.

Vonis tersebut dibacakan oleh hakim ketua Johanis Hehamony, dan dua hakim angota yakni Afit Rufiadi dan Sri Peni Yudawati. Dalam putusan hasil sidang itu, terdakwa Rohmad Koerniawan mengaku pikir-pikir apakah akan mengajukan banding.

“Demikian halnya dengan kami, kami juga akan pikir-pikir mengajukan banding atau tidak,” kata JPU Anik Partini kepada Afederasi.com.

Anik mengatakan, berdasarkan fakta-fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa dengan jelas melanggar UU ITE, terdakwa mengunggah postingan di medsos Facebook dengan nama akun Imam Insani yang bermuatan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap dua korbannya yakni Nurcholis Azis dan Khoirul Anam pada akhir tahun 2017 silam.

“Selain itu, terdakwa juga mengunggah postingan yang bernada pemerasan dan ancaman terhadap dua korbannya yang lain yakni Sugito dan Parti,” katanya.

Anik melanjutkan, sejatinya ancaman hukuman penjara maksimal dari pasal tersebut yakni enam tahun penjara. Namun ada beberapa hal yang meringankan sehingga menjadi bahan pertimbangan JPU. Diantaranya, selama persidangan terdakwa kooperatif dan tidak berbelit-belit, terdakwa mengakui perbuatannya serta terdakwa menyesali perbuatannya dan tidak mengenali korban-korbannya.

“Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan dan membuat orang lain takut karena ancaman serta membuat orang sakit hati,” pungkasnya. (dra)

2 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed