Jumat, 23 Agustus 2019, 03:16 WIB

Pemilihan Wakil Bupati Pakai Sistem Suara Terbanyak

Anggota panlih ketika study banding ke DPRD Kabupaten Badung Provinsi Bali

Afederasi.com –  Pemilihan wakil bupati Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang dipilih oleh 50 anggota DPRD periode 2019-2024 dipastikan menyita perhatian khusus. Pasalnya banyak mekanisme yang bakal dilalui.

Mekanisme tersebut diantaranya harus memakai sistem suara terbanyak, quorum dalam pemilihan harus dihadiri minimal separu dari jumlah anggota DPRD yang berjumlah 50 orang.

“Sebagai pemanangnya dalam pemilihan adalah calon wakil bupati yang memperoleh suara terbanyak,”tegas anggota panitia pemilihan (panlih) DPRD, Suprapto, wakil ketua panlih usai study banding ke DPRD Kabupaten Badung Provinsi Bali beberapa hari lalu.

Buyung panggilan akrab Suprapto menjelaskan dalam pemilihan nanti quorumnya ditetapkan ½ dari jumlah DPRD. Akan tetapi jika hingga waktu ditetapkan belum quorum. Rapat pemilihan itu diundur 1 jam hingga 3 kali.

Menurutnya berdasarkan atuaran yang ada. DPRD membentuk panitia pemilihan setelah pelantikan bupati Maryoto Birowo. Waktunya 15 hari maksimal. Panlih sudah terbentuk dengan 15 anggota yang terdiri dari fraksi-fraksi. Panlih diberi waktu 30 hari untuk menggelar pemilihan. Syarat minimal calon yang diajukan oleh partai yang mengusung pasangan Syahri Mulyo-Maryoto 2018 adalah 2 orang. Partai pengusungnya adalah PDIP dan Nasdem.

“Panlih menunggu calon wakil bupati yang sudah direkom kedua partai itu,”tegas politisi PDIP gaek itu.

Buyung melanjutkan yang belum klir adalah format surat suara. Selain itu aturan yang mengatur bagaimana jika perolehan suara sama-sama banyak dan bagaimana jika hingga waktu 30 pendaftaran belum ada bakal calon yang mendaftar?. (am)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.