oleh

Ketua DPC PDI P Gagal Jadi Ketua DPRD

Rapat paripurna pengumuman dan penetapan pimpinan DPRD definitf Kabupaten Tulungagung, masa tahun jabatan 2019-2024 di gedung Graha Wicaksana, Jum’at (20/09/2019).

Tulungagung, (Afederasi.com) – Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Susilowati akhirnya gagal meraih kursi Ketua DPRD Tulungagung. Kepastian itu seusai digelarnya rapat paripurna pengumuman dan penetapan pimpinan DPRD definitif Kabupaten Tulungagung, untuk masa jabatan 2019-2024, pada Jum’at (20/09/2019).

Dalam agenda rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Tulungagung, Supriyono itu mengumumkan empat nama pimpinan dewan. Diantaranya Marsono dari PDI Perjuangan menjabat sebagai Ketua DPRD definitif , kemudian Adib Makarim dari PKB menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD, Asmungi dari Golkar sebagai Wakil Ketua dan Ahmad Baharudin sebagai Wakil Ketua.

“Setelah kita tetapkan dan kita umumkan dalam rapat paripurna ini, selanjutnya kita kirim ke Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan pengesahan, serta dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janjinya,” ungkap Supriyono, ketika dikonfirmasi afederasi.com, Jum’at (20/09/2019).

Lebih lanjut Supriyono menuturkan, tugas ketua definitif mulai efektif seusai dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah janjinya. Kemudian mereka bisa langsung memimpin rapat paripurna untuk membentuk alat kelengkapan dewan (AKD).

Baca Juga  Satreskoba Amankan Tiga Orang Pengedar Narkotika, Rupanya Ini Profesi Mereka

“Untuk proses pengesahan di provinsi semestinya tidak lama, ya maksimal dalam waktu satu minggu sudah selesai, namun kita tidak mengetahui kondisi di pemprovnya seperti apa,” katanya.

Dengan ditunjuknya Marsono sebagai Ketua DPRD Tulungagung, merupakan suatu tradisi yang baru dalam struktur partai berlambang banteng dengan moncong putih itu. Sebab, PDI Perjuangan pada era kepimpinan dewan sebelum-sebelumnya, jabatan Ketua DPC dipastikan akan menjabat juga sebagai Ketua DPRD. Seperti di era kepemimpinan Isman dan Supriyono.

Disinggung terkait pemilihan Ketua DPRD yang jatuh pada Marsono, kata Supriyono, pemilihan ketua DPRD itu merupakan kewenangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Selain menetapkan dan mengumumkan ketua DPRD definitif. Juga diumumkan adanya perubahan struktur keanggotaan fraksi PDI Perjuangan sesuai surat dari DPC nomor 003/KPTS/DPC/IX/2019. Untuk jabatan ketua fraksi digantikan oleh Susilowati yang sebelumnya dijabat oleh Joko Tri Asmoro. Sedangkan Joko Tri Asmoro kini sebagai wakil bendahara.

“Perubahan struktur fraksi ini, cuma hanya penyesuaian dalam rangka pembagian tugas di alat – alat kelengkapan. Karena ada proses yang baru dan perlu penyesuaian.Ya ketua diganti oleh Bu HJ Susilowati, untuk menggantikan Joko Tri Asmoro yang kita rencanakan sebelumnya itu ada penugasan merangkap di hal yang lain,” pungkasnya.

Baca Juga  Delapan Orang Ambil Formulir Bacawabup Tulungagung, Lima Formulir Sudah Kembali

Sementara itu, Susilowati mengatakan mekanisme pemilihan ketua DPRD merupakan wewenang DPP PDIP. DPC hanya diminta untuk menyetorkan beberapa nama dan dilakukan fit and proper test.

“Ketua DPRD pak Marsono dan saya sendiri jadi ketua fraksi PDIP,”katanya.(an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed