oleh

Jelang Pendaftaran, KPU Jelaskan Bilamana Bacabup Terkonfirmasi Positif Covid-19

Trenggalek, (afederasi.com) – Pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) 2020 mulai dibuka pada Jumat (4/9/2020) hingga Minggu (6/9/2020) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek.

Sesuai tahapan yang ada, waktu yang sudah ditentukan yakni pada Jumat dimulai sejak pagi sampai pukul 16.00 WIB, demikian halnya pada hari Sabtu. Namun pada hari Minggu pendaftaran baru ditutup pukul 23.59 WIB.

Berbeda dengan tes kesehatan tahun sebelumnya, pada Pilkada tahun ini bagi para calon diminta untuk mengikuti tes swab Covid-19.

Lantas, bagaimanakah mekanisme pendaftaran nantinya jika ada salah satu bacabup atau bacawabup yang terkonfirmasi positif Covid-19 ?

Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi mengatakan, setelah persyaratan para calon ini dinyatakan sudah lengkap, maka pihaknya akan memberi tiket tes kesehatan di Rumah Sakit (RS) Surabaya pada Senin dan Selasa depan.

“Namun sebelumnya, para calon harus melakukan tes swab mandiri,” terangnya.

Gembong melanjutkan, jika hasil swab negatif, barulah calon bisa mengikuti tahapan selanjutnya yakni melakukan tes kesehatan di RS Surabaya. Namun jika ada pasien yang dinyatakan positif, maka akan ada mekanisme tersendiri. Tentunya akan ada pleno lagi dan harus meminta petunjuk KPU provinsi dan pusat.

Baca Juga  Antisipasi Klaster Wisata, Ini yang Dilakukan Disparbud

“Kalau positif itu jelas tetap harus diisolasi juga, dan ini mekanismenya tetap kita pleno dan disampaikan ke KPU provinsi dan pusat. Kemudian nanti langkah-langkahnya seperti apa dan yang jelas pasti akan mundur dengan adanya itu,” terangnya.

Lebih lanjut Gembong mengatakan, setelah dibukanya pendaftaran itu pihaknya berharap para calon untuk segera mendaftar di tiga hari yang ditentukan. Pihaknya juga berharap calon yang mendaftar itu lebih dari satu calon.

“Seandainya nanti dengan waktu yang telah ditentukan ternyata hanya ada satu calon yang mendaftar, maka akan ada perpanjangan,” jelasnya.

Setelah ada perpanjangan pendaftaran dan tetap hanya ada satu calon yang mendaftar, lanjut Gembong, maka akan tetap dilakukan pencoblosan. Satu ada calonnya dan satu bumbung kosong atau pemilihan antara setuju dan tidak setuju.

“Nanti untuk lebih detailnya, kami tetap melakukan pleno dan tetap dikonsultasikan dengan KPU provinsi maupun pusat,” imbuhnya.

Ditambahkan Gembong, pihaknya juga berharap tidak ada calon tunggal dan menurutnya semua masih memungkinkan.

Baca Juga  Pengurus DPD Golkar Dikukuhkan, Siap Menangkan Pasangan Ipin-Syah

“Ketika nanti itu terjadi hanya ada satu calon dan lawannya bumbung kosong, kemudian yang menang bumbung kosong berarti harus ditunda dan mengikuti pemilihan berikutnya,” pungkasnya. (pb/yp)

News Feed