oleh

Gerindra Tetap Kritis Terhadap Kinerja Incumbent

Blitar, (afederasi.com) – Partai Gerindra Kabupaten Blitar tetap akan kritis terhadap semua kebijakan pasangan incumbent Rijanto-Marhaenis yang sudah mendaftar di KPU beberapa hari lalu.

“Sebagai kader partai akan tetap patuh terhadap keputusan DPP Gerindra memberikan rekom kepada petahana,”tegas anggota DPRD dari Gerindra, Sugianto ditemui awak media pada (0709/2020).

Meskipun partainya sebagai pangusung,  dia akan tetap kritis terhadap petahana. Karena nantinya jika petahana terpilih kembali, harus ada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Semua kebijakan dan keputusan yang telah dilakukan selama ini harus dipantau, terlebih lagi jika nanti seandainya petahana keluar sebagai pemenang kontestasi pilkada,” ujarnya.

Mas Sugik, panggilan akrab Sugianto juga menambahkan jika selama ini kebijakan petahan dan peraturan dalam hal mengambil keputusan untuk Kabupaten Blitar dirasa masih kurang setidaknya bisa diperbaiki karena dampak setiap kebijakan dan peraturan akan berimbas kepada masyarakat. Diantaranya masalah sosial, ekonomi dan pemerataan pembangunan yang dari dulu belum maksimal harus dimaksimalkan lagi.

Sugik juga menjelaskan selama ini banyak dampak sosial masyarakat yang harus diambil keputusan secepatnya mengingat situasi saat ini yang pelik karena pandemi. Petahana harus segera bisa mengambil keputusan agar bisa mendapatkan legitimasi masyarakat jika ingin menang dalam pilkada tahun ini.

Baca Juga  Dua Partai Besar PKB-Golkar di Trenggalek Koalisi, Usung Bacabup Alfan-Zaenal

Seperti yang diketahui,  pasangan calon yang mendaftar ke KPU sebanyak dua pasang. Mereka adalah Rijanto-Marhaenis dan Mak Rini-HR Santoso.

Rijanto-Marhaenis diusung oleh enam partai dengan jumlah 33 kursi dewan. Sedangkan Mak Rini-HR. Santoso didukung tiga partai dengan 17 kursi dewan. Kontestasi pilkada Kabupaten Blitar Tahun ini akan lebih semarak dan demokratis dari pada sebelumnya. Karena calon petahana ada persaingan dari calon lainnya. Berbeda dengan pada pilkada sebelumnya yang hanya satu kandidat. (an/am)

News Feed