oleh

Bawaslu Lamongan Awasi Coklit Pemutakhiran Data Pemilih

Lamongan, (afederasi.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamongan terus meningkatkan penguatan pengawasan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih.

Terbaru, salah satu lembaga penyelenggara pemilu tersebut melakukan supervisi dan monitoring bagi Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) dan PKD (Pengawas Kelurahan/Desa) se-Lamongan pada Selasa (28/7/2020).

Komisioner Bawaslu Lamongan Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal, M Nadhim menjelaskan, tahapan coklit pemutakhiran data pemilih pada Pilkada serentak ini mulai dilaksanakan pada 15 Juli yang lalu hingga 13 Agustus mendatang. Untuk meminimalisir potensi pelanggaran, maka diperlukan pengawasan terhadap Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) bentukan KPU.

“Biasanya bentuk pelanggaran yang sering terjadi yakni terkait mekanisme, tata cara dan prosedur coklit itu sendiri,” katanya.

Untuk itu lanjut Nadhim, pihaknya mengingatkan kepada anggota Panwascam dan PKD untuk memastikan jika pelaksanaan coklit dilakukan di lapangan, dan bukan di atas meja.

“Coklit ini sangat penting karena berkaitan dengan data pemilih, makanya jajaran pengawas harus waspada dan teliti dalam melaksanakan pengawasan tersebut,” katanya.

Baca Juga  Jualan Mie Ayam Sepi, Pria Ini Beralih Edarkan Sabu

Nadhim melanjutkan, dengan adanya pertemuan-pertemuan seperti ini diharapkan dapat mensuport dan memperkuat kesiapan Panwascam dan PKD di dalam memantau coklit khusunya di wilayah Kecamatan Karanggeneng.

“Bawaslu hanya memberikan dukungan kepada Panwascam dan PKD terkait tugas pengawasan pilkada, agar mereka tambah percaya diri bertugas,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panwascam Karanggeneng Anshari merasa berterima kasih kepada anggota Bawaslu yang datang melaksanakan supervisi dan monitoring sekaligus menyediakan waktu untuk tanya-jawab dengan Panwascam dan PKD se-Kecamatan Karanggeneng terkait pengawasan pelaksanaan coklit.

“Keutamaan Pengawasan Proses Coklit merupakan pencocokan data pemilih penting untuk dapat berjalan sesuai aturan, bahwa PPDP memang telah mendatangi rumah pemilih, dan mencocokan data yang ada dengan KK dan juga KTP,” jelasnya .

Anshari menambahkan, dengan monitoring dan supervisi dari Bawaslu Lamongan ini diharapkan PKD lebih meningkatkan pengawasan terhadap proses coklit. Tujuannya, agar suara masyarakat dapat tersalurkan dalam Pilkada Serentak yang akan diselenggarakan pada tanggal  9 Desember 2020. (ra/yp)

News Feed