oleh

Wujudkan Kota Literasi, Ribuan Buku karya Guru Bakal Diluncurkan

Surabaya, (afederasi.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) tengah mempersiapkan penerbitan 1.000 buku karya para guru. Hal ini sebagai salah satu upaya mewujudkan Kota Pahlawan sebagai Kota Literasi.

“Untuk mewujudkan Kota Surabaya sebagai Kota Literasi, maka kami  (Dispendik-red) membuat program Sasek Sabu (Satu Sekolah Satu Buku),” kata Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo, Minggu (18/10/2020).

Supomo melanjutkan, buku-buku tersebut adalah karya tulis dari para guru mulai jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Surabaya. Selain itu, juga karya tulis dari pengawas dan penilik sekolah.

“Pengawas, penilik, dan kepala sekolah juga termasuk guru. Mereka adalah guru yang diberi tugas tambahan. Para guru ini bisa menuliskan pengalaman yang sudah dilalui,” imbuhnya.

Supomo mengungkapkan, program ini segaja dibuat untuk terus mengasah kreativitas para guru. Ia juga bersyukur karena para guru menyambut baik program tersebut. Ia menjelaskan, sudah ada beberapa sekolah yang mengumpulkan buku dari karya para guru ini dengan tema bermacam-macam, sesuai dengan keahlian masing-masing guru.

Baca Juga  Temui Anak Hafidz Penyandang Disabilitas, Ini yang Dilakukan Risma

Sementara itu, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Kota Surabaya Mamik Suparmi menambahkan, karya buku bisa berupa antologi atau kumpulan tulisan para guru, kumpulan esai, kumpulan artikel, hasil karya tulis ilmiah (KTI), maupun karya inovasi guru.

“Satu buku minimal 60 halaman. Itu di luar cover, daftar isi, kata pengantar, serta daftar pustaka,” ujarnya.

Sebelum mengumpulkan buku-buku tersebut, lanjutnya, para guru harus mendaftarkan secara online terlebih dahulu. Pendaftaran online disertai dengan mengunggah (upload) file buku dalam bentuk PDF disertai surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) dari kepala sekolah masing-masing.

“Jadi, kepala sekolah harus memastikan terlebih dahulu bahwa buku yang akan dikirim itu telah terbebas dari unsur SARA, kekerasan, politik, kata dan gambar tidak sopan, serta unsur-unsur provokatif,” kata Mamik.

Kendati demikian, ia menuturkan bahwa buku-buku dalam bentuk PDF tersebut nantinya akan diunggah ke dalam perpustakaan milik Dispendik Kota Surabaya. Dengan begitu, buku tersebut dapat diakses oleh guru-guru dari daerah lain agar bisa terinspirasi.

Baca Juga  Bupati : Enam PDP Ponorogo Dilaporkan Negatif Covid-19

Sementara untuk proses pengumpulan buku dilakukan mulai dari tingkat kecamatan. Selanjutnya diserahkan kepada koordinator wilayah. Dari koordinator wilayah diserahkan ke tingkat kota, baru diserahkan kepada Dispendik Kota Surabaya.

“Batas akhir pengumpulan buku itu sampai 6 November 2020. Bagi sekolah yang sudah cetak buku, bisa mengirim buku ke korwil kecamatan masing-masing dan mengisi link yang sudah kami siapkan,” tutup Mamik.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun afederasi.com, program tersebut juga melibatkan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD negeri dan swasta, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP negeri dan swasta, penilik, pengawas, dan koordinator wilayah.

Rencananya, ribuan buku itu akan diluncurkan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2020 mendatang. (dwd/yp)

News Feed