oleh

SMKN III Boyolangu Mulai Pembelajaran Tatap Muka 24 Agustus

Tulungagung, (afederasi.com) – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) III Boyolangu Tulungagung mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Senin (24/8/2020) mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah Rofiq Suyudi seusai SMKN III Boyolangu Tulungagung diresmikan menjadi sekolah tangguh pada Jum’at (14/8/2020) oleh Bupati Tulungagung.

“Kami sudah siap (belajar tatap muka-red) asalkan menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Sekolah SMKN III Boyolangu kepada afederasi.com

Rofiq melanjutkan, pihaknya optimis bisa menggelar pembelajaran tatap muka pada 24 Agustus mendatang karena sudah mendapatkan ijin dari Gugus Tugas Covid-19.

“Kami juga sudah disurvey dan sudah melakukan simulasi,” katanya.

Rofiq melanjutkan, pihaknya mengakui persyaratan untuk menggelar pembelajaran tatap muka ini cukup banyak. Salah satunya, setiap hari sekolah harus membuat laporan kondisi kesehatan siswa yang ikut tatap muka.

“Kami memahami ini, tujuannya agar tidak ada penderita Covid-19 yang baru,” terangnya.

Namun demikian lanjut Rofiq, tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran tatap muka ini. Namun hanya untuk siswa yang sedang mengikuti materi praktek. Sedangkan, untuk materi yang bersifat teori, tetap dilakukan secara daring.

Baca Juga  Peringati HUT Bhayangkara ke-74, Polres Tulungagung Bagi-bagi SIM Gratis

“Kami beranggapan mereka di rumah tidak memiliki peralatan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Selain itu lanjut Rofiq, mereka yang mengikuti praktek ini juga dibagi menjadi beberapa sif. Tujuannya, agar tidak terlalu banyak anak yang menggerombol saat pembelajaran berlangsung.

“Kami siapkan tiga sif, masing-masing ikut 4 jam pelajaran tanpa istirahat,” katanya.

Penjelasannya,  sif pertama masuk pukul 07.00 WIB – pukul 11.00 WIB, pukul 07.30 WIB – pukul 11.30 WIB, dan pukul 08.00 WIB – pukul 12.00 WIB.

“Ini untuk semua siswa kelas X, XI, atau XII,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung Solikin mengakui, saat ini sudah ada tiga sekolah setingkat SMA-SMK yang menggelar pembelajaran tatap muka pada 18 Agustus mendatang. Yakni di SMA Negeri 1 Ngunut, SLB B Tulungagung dan SMK Negeri 1 Pagerwojo.

“Tiga sekolah tersebut diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka asalkan dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sedangkan untuk sekolah lainnya lanjut Solikin, jika ingin mengadakan pembelajaran tatap muka harus mendapat ijin dari Gugus Tugas Covid-19.

Baca Juga  Bupati Tandatangani Tuntutan Aliansi Mahasiswa

“Untuk sekolah sekolah lainnya nanti nunggu konsultasi dan harus mendapat ijin dari gugus tugas” tegasnya.

Ditempat yang sama Bupati Maryoto Bhirowo mengungkapkan, dengan di launchingnya sekolah ini maka akan memberikan inspirasi kepada pemerintah terkait pendidikan. Dimana, dalam pembelajaran juga harus ketat menerapkan protokol kesehatan.

“Selain itu, pembelajaran tatap muka ini juga sebagai solusi bagi siswa yang daerahnya tidak terjangkau internet,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maryoto juga menghimbau kepada para pengajar dan siswa agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai Tulungagung yang berada di zona kuning ini kembali ke zona oranye.

“Kalau bisa kita upayakan agar masuk zona hijau,” pungkasnya. (yp)

News Feed