Kamis, 14 Oktober 2021, 08:39 WIB

SMKN 1 Rejotangan Deklarasikan The Roots Anti Perundungan di Lingkup Sekolah

Tulungagung, (afederasi.com) – SMKN 1 Rejotangan deklarasikan the roots anti perundungan atau bullying di lingkup sekolah. Dimana, lembaga sekolah tingkat SMK yang berada di Tulungagung bagian timur ini ingin menciptakan lingkungan sekolah yang ramah terhadap anak atau siswa.

SMKN 1 Rejotangan tidak hanya sekedar memberikan pembelajaran berupa materi atau knowledge saja, namun juga dituntut untuk melahirkan budaya kerja.

The roots anti perundungan ini merupakan improvisasi yang diciptakan oleh SMKN 1 Rejotangan.

“Jadi output dan goals kami jelas, improvisasi ini tergantung dengan kebijakan sekolah masing- masing,” jelas Kepala Sekolah SMKN 1 Rejotangan Masrur Hanafi melalui Humas, Sodikin kepada afederasi.com Rabu, (13/10/2021).

Sodikin melanjutkan dalam menciptakan the roots anti perundungan pihaknya menunjuk sekitar 45 siswa untuk menjadi agen perubahan. Dimana agen perubahan ini bakal menjadi pioner terdepan dan bertugas untuk menginformasikan tentang pentingnya sekolah yang ramah anak ke teman sebayanya.

“Agen perubahan ini merupakan siswa yang juga mengikuti deklarasi serta kami percaya bisa menyebarkan informasi ke siswa yang lainnya,” tuturnya.

Baca Juga  Diduga Makanan Mengandung Bakteri, 14 Pasien Masih Menjalani Perawatan

Selain itu SMKN 1 Rejotangan juga mulai menerapkan paradigma baru (kurikulum 2021) yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (P5 BK). P5 BK diantaranya seperti penanaman Nasionalisme, pendidikan kesamaptaan, ketarunaan, kesadaran hukum, kearifan lokal dan budaya kerja.

“Kami juga menggandeng lintas sektoral yang ada. Serta menghadirkan pihak Polri – TNI dan orang yang berkompeten di bidangnya masing- masing di materi tertentu,” terangnya.

Menurut Sodikin, paradigma baru penerapan kurikulum 2021 tidak hanya mengandalkan materi uji, namun budaya kerja harus ada sesuai kompetensi yang diampu dan dipilih oleh para siswa.

“SMKN 1 Rejotangan sebenarnya sama dengan sekolah yang lain, namun saat ini sudah ada paradigma baru kurikulum 2021,” ujarnya.

Lanjut Sodikin, SMKN 1 Rejotangan merupakan SMK penggerak, maksutnya sekolah ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi lembaga sekolah lain di lingkup Rejotangan.

“Bisa menjadi pusat inovasi pada kompetensi yang sama” imbuhnya.

SMKN 1 Rejotangan juga menjadi SMK pusat keunggulan. Sekolah ini masih mengembangkan bentuk ciri utama yakni P2KS (pusat pengembangan karir siswa).

Baca Juga  SMKN 1 Rejotangan Sabet Juara 3 Lomba Health And Social Care Tingkat Provinsi

“Siswa baru ketika masuk sudah ada arahan dari kami untuk goals kedepan yang ingin dicapai seperti apa,” tandasnya. (er/dn)

News Feed