oleh

Puluhan SMP Belum Penuhi Pagu, Dispendikpora perpanjang PPDB Online

Tulungagung, (afederasi.com) – Tercatat 30 lembaga sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Tulungagung belum terpenuhi pagunya, kendati pelaksanaan Penerimaan peserta didik baru (PPDB) resmi ditutup hingga Rabu (24/6/2020) kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun afederasi.com, dari halaman resmi PPDB Online Kabupaten Tulungagung, dari 48 lembaga SMP negeri, hanya 18 sekolah yang sudah terpenuhi pagunya. Artinya masih ada sebanyak 30 lembaga yang kekurangan siswa. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung, Hariyo Dewanto Wicaksono mengatakan, puluhan lembaga yang belum terpenuhi pagunya ini merupakan sekolah yang berada di wilayah pinggiran.

“Pendaftaran PPDB sudah ditutup mulai kemarin dan masih ada beberapa lembaga yang belum memenuhi pagu,”  ungkapnnya, Kamis (26/6/2020).

Yoyok sapaan Hariyo Dewanto Wicaksono menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah lembaga yang belum terpenuhi pagunya relatif sama dari tahun ke tahun.

Namun yang perlu diperhatikan adalah jumlah lulusan SD yang terserap meningkat dari tahun ke tahun. Artinya telah terjadi pemerataan pendidikan, baik dari sisi lembaga sekolah maupun jumlah lulusan SD.

Baca Juga  Ruang Kelas Terbatas, Penerimaan Siswa Baru Dibatasi

Tak hanya itu, pembagian zona atau wilayah dari masing-masing kecamatan sudah jauh lebih baik. “Kalau jumlah sekolah atau lembaganya relative sama. Tapi jumlah pagu yang berhasil dipenuhi meningkat. Semisal sebelumnya hanya terpenuhi 100 dari 150 pagu, sekarang sudah 120,” ujarnya.

Menyikapi banyaknya sekolah yang belum memenuhi pagu, Dispendikpora berencana akan melakukan pendaftaran PPDB tahap II. Namun pendaftaran ini hanya difokuskan dan diperuntukkan pada sekolah yang masih kekurangan pagu. Dia berharap penambahan waktu ini dapat dimanfaatkan sekolah maupun calon siswa untuk dapat memenuhi pagu sesuai dengan yang dibutuhkan. 

Menurutnya jika berkaca pada tahun sebelumnya, rata-rata sekolah yang belum memenuhi pagu merupakan sekolah pinggiran. Sementara itu, sekolah-sekolah yang sepi pendaftar biasanya baru mendapat siswa di masa perpanjangan pendaftaran.

Untuk itu calon siswa yang tidak diterima di sekolah pilihan sebelumnya, akan diarahkan pada sekolah yang masih kekurangan pagu. “Karena ini sudah tidak lagi berpacu pada zonasi, jadi calon siswa dapat mendaftar pada sekolah yang jaraknya masih terjangkau meski berada di luar zona,” imbuhnya.

Baca Juga  Pendaftaran PPDB 2020-2021 di Kota Marmer Dibuka, Catat Tanggalnya

Rencananya perpanjangan pendaftaran akan dilakukan minggu depan atau sekitar akhir Juni mendatang. Ini dikarenakan menanti jumlah pasti hasil seleksi dari PPDB jalur zonasi yang akan diumumkan 27 Juni mendatang. 

Sementara itu, disinggung mengenai calon siswa yang masih harus menjalani masa karantina di Rusunawa, Yoyok mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung.

Dimana, nantinya anak-anak yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum mendapat sekolah akan diberi fasilitas untuk melakukan pendaftaran melalui jalur online. “Nanti akan kami data, ada berapa anak yang di karantina itu yang akan masuk jenjang SD maupun SMP. Nanti akan kami ikutkan untuk pendaftaran online, kami juga harus koordinasi dengan gugus tugas untuk hal ini,” pungkasnya. (an)

News Feed