oleh

Penentuan Titik Azimuth yang Salah, Pengaruhi Proses Seleksi PPDB Jalur Zonasi

Tulungagung, (afederasi.com) – Penitikan lokasi tempat tinggal (titik azimuth) atau menentukan garis bujur, dan garis lintang lokasi tinggal calon peserta didik yang tidak sesuai dengan alamat kartu keluarga (KK), masih menjadi temuan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA di Kabupaten Tulungagung.

Ketidak sesuain dalam menentukan titik azimuth, ini akan berimbas pada proses seleksi. Dimana, pada PPDB tahap II ini penilaian didasarkan pada sistem zona atau jarak tempat tinggal dengan sekolah.

Koordinator Operator PPDB SMA Kabupaten Tulungagung, Yulius Satria Hendrata mengatakan, masih kerap menemukan sejumlah data calon siswa yang tidak sesuai. Ia menegaskan meskipun sekolah tujuan telah melakukan verifikasi pada data calon siswa, namun seluruh data yang terinput pada sistem merupakan tanggung jawab calon siswa.

Sehingga jika ditemukan kecurangan, sanksi dapat langsung diberikan pada calon siswa. “Beberapa waktu lalu sempat ditemui kasus calon siswa melakukan penitikan lokasi di sekitar sekolah tujuan, padahal alamat pada KK tidak disitu. Ini yang harus diperhatikan oleh calon siswa,” jelasnya.

Baca Juga  Ujian Tingkat SMK Tetap Dilaksanakan, Semua Siswa Diwajibkan Cuci Tangan Sebelum Ikuti UNBK

Lius melanjutkan, jika sebelumnya seleksi zonasi didasarkan pada zona kecamatan, untuk PPDB kali ini hanya mengandalkan zona kabupaten. Artinya persaingan antar calon siswa semakin ketat. Sehingga calon siswa benar-benar harus memperhitungkan jarak antara tempat tinggal dengan sekolah tujuan.

“Dulu masih ada pembagian semisal zona 1 adalah kecamatan A,B,C dan sekolah tujuannya ABC, sekarang sudah tidak. Jadi semisal calon siswa yang tempat tinggal di Kecamatan Ngantru, jika ingin bersekolah di Boyolangu jika jarak tempat tinggalnya masih mencukupi tentu akan ketrima,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau pada seluruh calon siswa yang hendak mendaftar pada jalur zonasi untuk lebih teliti. Terutama dalam menentukan tiga pilihan sekolah. Mulai dari sekolah paling dekat hingga terjauh.

“Karena persaingannya lebih ketat jadi siswa harus lebih selektif. Semisal ke sekolah A berapa meter ke sekolah B berapa meter, itu harus benar-benar teliti,” terangnya.

Sekedar diketahui dalam PPDB tingkat SMA ini telah dibagi beberapa jalur. Diantaranya jalur zonasi yang disediakan sebesar 50 persen dari kapasitas sekolah.

Baca Juga  Ribuan Siswa SMK di Jatim Ikuti LKS di Kota Marmer

Sementara jalur afirmasi sebesar 15 persen, jalur perpindahan orangtua sebesar 5 persen.

Terakhir untuk prestasi, yakni prestasi non-akademik dengan kuota 5 persen. Dan prestasi akademik yang diambil dari rerata nilai rapor selama lima semester sebanyak 25 persen. (an)

News Feed