oleh

Kesalahan Persyaratan Administrasi Masih Warnai PPDB 2021

Tulungagung, (afederasi.com) – Panitia pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menemukan adanya kesalahan persyaratan administrasi.

Buktinya masih ada kartu keluarga (KK) dari calon peserta didik, yang masih kurang dari satu tahun penerbitan, ketika hendak mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Kabupaten Tulungagung.

“Seharusnya apabila pindah KK paling tidak pada April tahun lalu. Jadi satu tahun sebelum pendaftaran PPDB dimulai,” jelas Koordinator Operator PPDB SMA Kabupaten Tulungagung, Yulius Satria Hendrata.

Lius sapaan akrab dari Yulius Satria Hendrata melanjutkan, selain adanya KK yang kurang dari satu tahun, para peserta didik juga belum melakukan verifikasi rapor. Apabila verifikasi rapor ini tidak dilakukan maka semua nilai para peserta didik tidak bisa keluar atau tidak bisa terakses.

“Masih banyak siswa yang belum melakukan verifikasi rapor,” jelasnya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung – Trenggalek, Solikin melalui Kasi SMK, Sunaryo pihaknya mengatakan masih sedikitnya calon peserta didik yang mengambil PIN (personal identification number).

Teknik pengambilan PIN bisa melalui dua cara, diantaranya pengambilan PIN bisa datang ke sekolah, para peserta didik bisa dibantu pihak sekolah, dan juga bisa dilakukan secara online. Lampiran- lampiran yang di unggah harus jelas dan bisa dibaca.

“Terkadang kalau di scan itu kurang jelas,” imbuhnya.

Menurut Sunaryo setiap permasalahan yang ada di proses PPDB itu bisa teratasi. Pasalnya, PPDB tahun ini lebih akomodatif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Juknis yang dipakai mengacu pada tahun lalu, namun untuk tahun ini lebih disempurnakan.

“Dan tentunya akan lebih baik,” tambahnya.

Sunaryo menambahkan, sekolah SMA dan SMK negeri se Jawa Timur daya tampungnya hanya 34 persen. Jadi apabila telah melebihi kuota, peserta didik harus sekolah di swasta.

“Tidak mungkin semua bisa tertampung di negeri, jadi harus ada yang di swasta,” tuturnya.

Sekedar diketahui, kuota jalur PPDB Jawa Timur untuk jenjang SMA meliputi jalur afirmasi sebesar 15 persen dimana jalur afirmasi ini didalamnya ada keluarga yang tidak mampu, anak buruh, dan penyandang disabilitas.

Untuk jalur perpindahan tugas orang tua/ wali maksimal 15 persen, termasuk anak guru, tenaga pendidik, dan anak tenaga kesehatan. Selanjutnya 5 persen jalur prestasi hasil lomba termasuk prestasi lomba akademik dan non akademik.

Kemudian yang ke empat jalur prestasi nilai akademik sebanyak 25 persen. Ini diperoleh dari gabungan rata- rata nilai rapor semester 1- 5 dan nilai akreditasi sekolah SMP, dan yang terakhir jalur zonasi SMA minimal 50 persen.

Selanjutnya, jalur PPDB Jawa Timur 2021 untuk jenjang SMK, kuota jalur afirmasi sebanyak 15 persen, perpindahan tugas orang tua/ wali maksimal 5 persen. Jalur prestasi hasil lomba sebanyak 5 persen, prestasi nilai akademik minimal 65 persen. Sedangkan yang terakhir jalur zonasi SMK maksimal 10 persen. (er/dn)

News Feed