oleh

Kegiatan PTM di SMKN 2 Tulungagung Dihentikan Satgas Covid-19

Tulungagung, (afederasi.com) – Satuan tugas (satgas) percepatan penanganan Covid- 19 Kabupaten Tulungagung,  menghentikan untuk sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMKN 2 Tulungagung, pada Rabu, (13/1/2021) pagi tadi.

Anggota komunikasi publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Dedi eka Purnama mengatakan, saat ini Tulungagung sedang menerapkan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) hingga (25/1/2021) mendatang. Kegiatan PTM bisa memicu adanya kerumunan antar siswa.

“PTM tidak diperbolehkan untuk saat ini, ini sesuai dengan SE Nomor 360/ 8/ 602/ 2021 tentang PPKM untuk pengendalian penyebaran Covid- 19 di Kabupaten Tulungagung,” katanya.

Dedi melanjutkan, meskipun PTM untuk siswa SMA/ SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi (pemprov) Jawa Timur (jatim). Namun, untuk masalah kewilayahan SMK 2 Tulungagung masuk di wilayah Tulungagung.

“Jadi harus tetap mematuhi peraturan yang ada di Tulungagung,” imbuhnya.

Menurut Dedi, pihak sekolah sangat kooperatif terkait tindakan satgas ini.

“Pihak sekolah menerima dan akan mengindahkan peraturan kami,” tandasnya.

Sementara itu, kepala sekolah SMK 2 Tulungagung, Moch Anurul Hamzah melalui guru bimbingan konseling (BK) sekaligus kepala satgas Covid- 19 sekolah, Honny Setiadi mengatakan pihaknya mengakui kalau memang benar di sekolahnya sedang berlangsung PTM. Dimulai sejak (4/1/2021) lalu.

Baca Juga  Wacana Tutup Kembali Lokasi Wisata, Ini Pendapat Pengelola Wisata Desa

“Namun, kita sistem shift ganjil genap,” ujarnya.

Honny melanjutkan, PTM yang dilakukan hanya berkisar satu hingga satu jam setengah saja. “Selebihnya kami lakukan secara daring atau online,” imbuhnya.

Menurut Honny, siswa yang saat ini masuk sekolah hanya kelas X dan XII. Untuk kelas XI sedang melakukan prakerin. “Namun kami tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes),” jelasnya.

Seperti peraturan yang diperintahkan satgas Covid- 19 pihaknya akan mematuhi dan mengakhiri PTM yang dilakukan di sekolahnya.

“Mulai besok kami akan menghentikan PTM ini,” tandasnya. (er/dn)

News Feed