oleh

IT Telkom Kenalkan Masker Khusus Olahraga

Surabaya, (afederasi.com) – Mahasiswa IT Telkom Surabaya hari ini memperkenalkan masker yang dirancang khusus untuk olahraga di Balai Kota Surabaya. Masker ini berbeda dengan masker biasanya, karena dilengkapi dengan kotak kecil yang berisi kipas.

“Jadi sebelum udara ini sampai di masker, difilter dulu. Ada UV, karbon dan backup filter,” ungkap Tri Arief Sardjono, Rektor IT Telkom Surabaya saat memperkenalkan masker olahraga di Balai Kota Surabaya, Jumat (20/11/2020).

Arief mengungkapkan, masker ini memang dikhususkan pagi para pegiat olahraga seperti lari atau bersepeda. Hal ini didasari saat banyaknya kejadian orang yang sedang berolahraga tiba-tiba jatuh, lantaran penggunaan masker biasa membuat oksigen yang masuk dalam pernapasan menjadi berkurang.

“Nah masker ini dapat menyeimbangan antara suply dan demand oksigen. Jadi teman-teman bisa merasa segar, rasanya kaya nggak pakai masker. Ini karena udara yang dibutuhkan untuk demand, sudah dibantu dengan kipas,” ujarnya.

Hari ini Arief mengumumkan peluncuran inovasi dari IT Telkom Surabaya tersebut dihadapan Walikota Surabaya. Penelitiannya sendiri membutuhkan satu bulan untuk perancangan prototipe dan perbaikannya. Saat disinggung soal komersial, Arief mengatakan bahwa satu buah masker olahraga ini seharga Rp 500 ribu.

Baca Juga  Buka Musda IX MUI, Risma : Tolong Dampingi Tumbuh Kembang Anak

“Insyaallah kalau sudah mass producting bisa lebih,” kata Arief.

Sementara itu, Risma mengatakan bahwa untuk saat ini nama masker tersebut adalah IT Telkom Portable Masker. Inovasi masker olahraga ini dibawakan sebanyak dua buah, satu dengan selang yang agak besar sementara yang kedua tidak seberapa besar selangnya.

Ia juga menyebutkan bahwa efek samping dari makser ini justru positif. Pasalnya, udara yang masuk difilter dulu menggunakan karbon akan menghasilkan Heta, yang biasa di laboratorium digunakan untuk membunuh bakteri.

“Jadi di dalam portable masker seperti yang dijelaskan bahwasanya juga terdapat alat-alat untuk membunuh kuman,” paparnya.

Kendati demikian, baterai kipas di dalam kotak tersebut harus dicharge secara berkala. Untuk daya tahan baterai sendiri dapat bertahan dalam waktu 4 jam. 

“Untuk hak patennya, hari Senin akan kita urus,” pungkas Risma. (dwd/yp)

News Feed