Rabu, 10 Maret 2021, 09:54 WIB

Aktif Menulis Buku Ajar Madrasah, Dosen IAIN Tulungagung Terima Penghargaan dari Kemenag RI

Tulungagung, (afederasi.com) – Ahmad Nurcholis (Dr Ois), dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung baru saja mendapat penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Prestasi itu diperoleh karena dia dinilai aktif menulis buku ajar madrasah yang telah dilaunching secara nasional dan diupload pada link https://madrasah2.kemenag.go.id/buku/.

Hadiah berupa iPad Apple itu diberikan oleh perwakilan dari Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI Yulis Agustin kepada Dekan Fakultas Ushluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Rizqon Khamami, Selasa (9/3/2021).

Yulis Agustin mengatakan, penghargaan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan prestasi Dosen/Guru di lingkungan Kemenag RI. Menurutnya, seorang tenaga pendidik harus meningkatkan produktifitas literasi dan improvisasi pembelajaran di era milenial.

“Hanya ada dua dosen yang mendapat penghargaan ini. Yakni dosen IAIN Jember dan satunya Dr Ois dari IAIN Tulungagung,” katanya.

Selebihnya lanjut Yulis, adalah para guru yang berprestasi dari berbagai provinsi di Indonesia.

Yulis mengakui, pihaknya sengaja tidak memaketkan hadiah tersebut karena hadiah itu tergolong Barang Milik Negara (BMN). Dimana terdapat dokumen-dokumen penerimaan dan penyerahan yang harus ditanda tangani oleh pihak pertama, yaitu Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI dan pihak kedua yakni Dekan FUAD selaku atasan langsung dari Kajur Manajemen Dr Ois.

Baca Juga  Transaksi Sabu di Parkiran Hostel, Kuli Bangunan Diciduk

iPad Apple berhak dimiliki oleh Dr Ois selama aktif menjadi dosen IAIN Tulungagung, hal itu sesuai dalam surat perjanjian penyerahan,” imbuhnya.

Sementara itu Dekan FUAD IAIN Tulungagung Rizqon Khamami mengatakan, pihaknya mengaku bangga atas prestasi yang diraih salah satu dosennya. Menurutnya, setiap dosen dan mahasiswa harus memiliki prestasi baik akademik maupun non akademik.

“Di era digitalisasi ini, dosen dan mahasiswa harus memiliki prinsip Out of The Box dan prinsip Mewujudkan Distingsi,” tukasnya.

Terpisah, Dr Ois mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, sejak awal dirinya tidak berfikir akan mendapat penghargaan dari Kemenag RI.

“Karena saya memang gemar menulis,” kata pria yang juga sebagai Kajur Manajemen Dakwah itu.

Atas prestasi ini lanjut Dr Ois, tentu akan menambah motivasinya untuk terus mengukir prestasi di masa mendatang.

“Penghargaan ini saya dedikasikan kepada Civitas Academica IAIN Tulungagung. Saya juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu menyusun buku ajar madrasah digital ini,” tukasnya. (yp)

Baca Juga  Dikarantina, Puluhan Pemohon Perpanjangan SIM Dapat Kelonggaran

News Feed