Senin, 25 Juli 2022, 21:14 WIB

Hanya Delapan Lembaga PAUD yang Menerapkan Kurikulum Merdeka di Tulungagung

Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung menyebutkan hanya 8 lembaga dari total 999 lembaga PAUD di daerah setempat yang sudah menerapkan kurikulum merdeka.

Dimana 991 lembaga lainnya masih menggunakan kurikulum lama yaitu kurikulum 13 (K-13).

“Namun untuk lembaga PAUD dan kelompok bermain lainnya sudah lebih dulu menerapkan sistem merdeka bermain sejak awal pandemi lalu,” jelas Sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri.

Udin sapaan akrabnya melanjutkan, dari delapan lembaga PAUD tersebut, yang memilih menggunakan kurikulum merdeka dengan sistem mandiri belajar ada 1 lembaga, dimana mandiri belajar ini masih menggunakan bahan ajar yang lama.

Kemudian yang memilih menggunakan sistem mandiri berubah ada 4 lembaga, mandiri berubah ini bahan ajarnya disesuaikan dengan kurikulum yang baru, yaitu kurikulum merdeka.

Dan 3 lembaga lainnya, memilih menggunakan sistem mandiri berbagi. Dimana sistem mandiri berbagi ini bisa diterapkan ketika para tenaga pendidiknya sudah menerapkan sistem mandiri berubah dahulu. Biasanya lembaga yang menerapkan sistem mandiri berbagi ini, di sekolahnya sudah memiliki guru penggerak.

“Tulungagung termasuk bagus, karena yang menerapkan kurikulum merdeka dengan sistem mandiri berbagi ini sudah ada,” ujarnya.

Menurut Udin, tujuan diterapkan sistem mandiri berbagi ini untuk mengajak 991 lembaga lainnya yang belum bisa menerapkan kurikulum merdeka.

Semakin banyak guru penggerak yang dimiliki lembaga maka tujuan diselenggarakannya kurikulum merdeka ini akan cepat tercapai.

“Outputnya untuk mencetak anak- anak memiliki kepribadian yang berkarakter. Penanaman karakter harus dimulai sejak dini,” kata Udin.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun afederasi.com, untuk lembaga SD yang sudah menerapkan kurikulum merdeka ada 534 lembaga dari total 628 SD di Tulungagung. Lembaga yang menerapkan kurikulum merdeka dengan sistem mandiri belajar ada 192 lembaga, mandiri berubah ada 342 lembaga, dan yang memilih mandiri berbagi masih kosong.

“Sisanya 94 lembaga SD masih menggunakan K-13,” imbuhnya.

Kemudian untuk lembaga SD total yang sudah memakai kurikulum merdeka ada 39 lembaga dari total 96 lembaga SMP. Dan yang memilih sistem mandiri belajar 17 lembaga, mandiri berubah 22 lembaga, dan mandiri berbagi masih kosong. Artinya, 57 lembaga SMP lainnya masih menggunakan K-13.

“Semoga kedepannya di lembaga SD dan SMP mengikuti PAUD, ada yang menerapkan mandiri berbagi juga,” tandasnya. (er/dn)