oleh

GenBI Gelar Talkshow Terkait Omnibus Law

Tulungagung, (afederasi.com) – Pasca ditetapkannya undang – undang omnibus law atau cipta kerja pada 5 Oktober lalu, telah muncul berbagai aksi penolakan di sejumlah daerah ditengah pandemi Covid-19. Rupanya hal ini menarik perhatian Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kediri Komisariat IAIN Tulungagung.

Dimana, GenBI mengadakan talkshow dengan tema “Polemik Fakta Morgana Isu di Masa Pandemi”, pada Kamis (15/10/2020) di ruang perpustakaan Bank Indonesia (BI) corner IAIN Tulungagung.

Talkshow yang dipimpin moderator Faricha Lita dari anggota Devisi BI Corner ini, turut menghadirkan dua narasumber diantaranya pimpinan redaksi (pemred) media Cyber Asia Federasi (afederasi.com), M. Aminun Jabir dan redaktur online lembaga pers mahasiswa (LPM) Dimensi, Rifqi Ihza.

Ketua Pelaksana, Nur Afifah mengatakan acara talkshow yang diadakan GenBI ini merupakan kegiatan rutin setiap bulannya, yaitu dengan mengangkat topik yang lagi trending di bulan tersebut.

“Bulan ini lagi marak pembahasan mengenai UU Cipta Kerja Omnibus Law dan dampak Covid itu sendiri, maka kami mengangkat itu,” kata Ifa sapaan akrab Nur Afifah kepada afederasi.com, Kamis, (15/10/2020).

Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB berlangsung sangat lancar, meskipun ada kendala yang cukup tidak berarti bagi panitia. Kegiatan ini ditanyangkan secara  virtual melalui Instagram dan direncanakan lima hari lagi tayang di akun youtube GenBI.

“Lancar kok, dan nantinya acara ini akan dibuat semacam podcast,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Devisi BI Corner, Royatus Saadah menjelaskan GenBI menghadirkan narasumber dari orang media, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui berita- berita apa saja yang selayaknya patut untuk dikonsumsi masyarakat dan bagaimana menangkal berita hoax agar tidak ditelan masyarakat secara mentah- mentah.

“Masyarakat seharusnya tidak mudah terprovokasi oleh arus berita- berita yang ada,” terangnya.

Ketika disinggung mengenai UU Cipta Kerja Omnibus Law kedua pemateri beradu argumen tentang pendapat mereka masing- masing. Ada pro dan kontra tentang aksi- aksi yang dilakukan para mahasiswa di belahan kota.

Masih menurut Roy, dari pernyataan narasumber yang hadir mengatakan bahwa omnibus law ini tidak semata- mata digunakan untuk kaum buruh, padahal kenyataan di lapangan masyarakat Indonesia tidak hanya dari kaum buruh.

“Jadi sebagai mahasiswa kita seharusnya juga lebih mengkaji lebih dalam lagi terkait UU tersebut,” pungkasnya. (er/dn)

News Feed