Senin, 25 Juli 2022, 19:32 WIB

Dispendikpora : Kurikulum Merdeka Diterapkan Untuk Kelas 1 dan 4 Jenjang SD

Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung menyatakan kurikulum merdeka hanya diterapkan untuk kelas 1 dan kelas 4 jenjang SD. Sementara untuk kelas 2, 3, 5, dan 6 menggunakan kurikulum 2013 (K-13).

“Sudah mulai diterapkan mulai jenjang TK hingga SMA/ SMK sejak masuk tahun ajaran baru (18/7/2022) lalu. Kalau untuk TK dinamakan merdeka bermain,” jelas Sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri.

Udin sapaan akrab dari Syaifudin Juhri melanjutkan sebenarnya sistem pembelajaran menggunakan merdeka belajar sudah diterapkan sejak awal pandemi lalu. Namun untuk nama kurikulumnya dulu tetap menggunakan nama K-13.

Kurikulum merdeka ini merupakan kurikulum baru dengan tata cara administrasi dan pola yang mengedepankan pendidikan karakter dan kebebasan inovasi dari tenaga pendidiknya.

Artinya, para guru diberi kebebasan belajar agar melakukan perubahan menuju ke gerakan yang positif.

“Pembelajaran dibuat lebih komunikatif dan tidak monoton di dalam kelas saja,” jelasnya.

Menurut Udin antara K-13 dengan kurikulum merdeka bertujuan sama, yakni untuk mensejahterakan rakyat dengan pendidikan dengan skala prioritas perubahan karakter siswa.

Di dalam kurikulum merdeka ini terdapat pembahasan terkait projek penguatan profil pemuda pancasila (P5).

“Jadi guru harus memaksimalkan perannya untuk mengarahkan siswa sesuai kemampuan bakat minatnya,” ujarnya.

Kurikulum merdeka ini dibagi menjadi 3 pilihan yakni, mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi. Dimana mandiri belajar itu sistematika pembelajarannya menggunakan bahan ajar lama. Berbeda halnya dengan mandiri berubah yang sudah menggunakan bahan ajar baru sesuai di laman kemendikbud.

“Kurikulum merdeka belajar dengan sistem mandiri berubah ini lebih banyak dipilih oleh lembaga sekolah,” katanya.

Dalam penerapan kurikulum merdeka ini, Udin berharap agar outputnya nanti bisa menghasilkan siswa yang berkarakter dan berintegritas tinggi.

“Kurikulum ini memang mudah untuk disampaikan namun bakal sulit untuk dilaksanakan,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal itu sosialiasi terus dilakukan oleh pihaknya. Dan semua bahan ajar bisa langsung diakses melalui laman kemendikbud.

“Para guru kami bebaskan untuk mencari bahan ajar,” tandasnya. (er/dn)