oleh

30 Siswa SMAN 1 Kedungwaru Belum Kantongi Ijin Orangtua, untuk Ikut Pembelajaran Tatap Muka

Tulungagung, (afederasi.com) –Tercatat sebanyak 30 siswa SMAN 1 Kedungwaru belum mengantongi ijin dari orangtua/walimurid, dihari pertama dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Sehingga siswa tersebut dipastikan tidak akan mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Dari 1250 siswa kami, ada sekitar 30 siswa yang melapor bahwa belum mendapatkan izin. Sehingga kami tetap memberikan fasilitas untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ungkap Waka bagian Humas SMAN 1 Kedungwaru, Mardiyani, Selasa (18/8/2020).

Menurut Mardiyani namun demikian, jika sekolah tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab sesuai dengan ketentuan, siswa diberi kebebasan untuk dapat mengikuti PJJ atau pembelajaran tatap muka.

“Siswakan diberi kebebasan, untuk memilih PJJ atau pembelajaran tatap muka,” katanya.

Disinggung alasan 30 siswa tidak mendapat ijin dari orangtua, kata Mardiyani, siswa yang belum mendapat izin ini memiliki alasan yang cukup beragam. Mulai dari orangtua yang masih ragu, namun ada juga yang beralasan kesehatan. Seperti memiliki riwayat penyakit pernafasan atau sedang sakit. Sehingga sangat beresiko jika memaksakan diri untuk datang ke sekolah.

Baca Juga  Manfaatkan Perkembangan Teknologi, Pemilihan Ketua OSIS Gunakan E-Voting

“Sebagian besar karena kondisi kesehatan anak, ada beberapa yang memiliki riwayat penyakit seperti asma, ada juga yang memang masih ragu. Kami juga tidak boleh memaksa itu hak anak untuk memilih,” paparnya.

Mardiyani menyatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di hari pertama sesuai dengan protokol kesehatan, jumlah siswa yang hadir di sekolah terbatas hanya sebanyak 50 persen dari total seharusnya.

“Untuk pembelajaran juga digilir berdasarkan kelas ganjil dan genap. Ini guna menjaga jarak antar siswa, dalam satu rombongan belajar (rombel) akan dipecah menjadi dua ruang kelas. Sehingga satu ruang kelas hanya berisi 18 siswa,” jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk durasi pembelajaran juga disederhanakan. Dimana satu jam pelajaran itu normal selama 40 menit. Namun kini hanya sekitar 25 menit. Sementara dalam satu hari anak menerima sekitar 4 mata pelajaran (mapel).

“Kalau ditotal itu anak berada di sekolah hanya sekitar 3 jam saja,” katanya.

Mardiyani berharap, nantinya uji coba pembelajaran tatap muka ini dapat berjalan seterusnya, sebab pembelajaran tatap muka dinilai masih lebih efektif jika dibandingkan dengan PJJ. (dn)

News Feed