oleh

21 Lembaga SMP di Surabaya Bakal Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Surabaya, (afederasi.com) – Sebanyak 21 lembaga SMP di Surabaya digadang-gadang siap kembali menggelar pembelajaran secara tatap muka. Dimana, setelah lima bulan sebelumnya pembelajaran dilakukan secara daring, akibat adanya pandemi Covid-19.

Salah satunya yakni SMPN 15 Surabaya yang sudah mempersipakan protokol kesehatan, mulai dari memasuki gerbang sekolah, kelas, bahkan hingga saat siswa pulang.

Kepala SMPN 15 Surabaya, Shahibur Rachman mengungkapkan sebelum para siswa memasuki gerbang sekolah, akan dilakukan cek suhu tubuh oleh petugas dengan menggunakan thermogun. Selanjutnya, para siswa akan diarahkan untuk melakukan cuci tangan di tempat yang telah disediakan.

“Setelah melakukan cuci tangan, siswa akan disambut para guru yang telah berbaris di halaman dan memberikan salam jarak jauh. Begitu selesai, siswa diarahkan memasuki bilik seterilisasi sebelum masuk ke dalam kelas,” ungkap Rachman saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2020).

Tidak hanya itu, sebelum memasuki ruang kelas, siswa juga dibariskan dengan tetap menerapkan pembatasan jarak dan wajib menggunakan hand sanitizer yang telah disiapkan di depan ruang kelas.

Baca Juga  Dispendik Pastikan Siswa tidak Jenuh Dengan Pembelajaran Daring T.A 2020-2021

“Ketika di dalam kelas, tempat duduk juga kami beri jarak. Siswa kami wajibkan untuk membawa bekal pribadi. Bahkan sebelum pelajaran dimulai, guru piket akan mengingatkan kembali terkait protokol kesehatan yang harus ditaati siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan juga dalam satu kelas pihaknya hanya akan memasukan 25 persen siswa saja. Sisanya, para siswa akan melakukan belajar daring.

“Kurikulum sudah kami sesuaikan dengan kondisi. Kami juga sudah membentuk Tim Satgas Covid-19. Nanti ketika ada siswa yang menunjukkan gejala atau merasa tidak enak badan di tengah jam pelajaran, kita akan hubungi puskesmas terdekat nanti mereka (puskesmas) yang akan menindaklanjuti,” kata Rachman.

Selain SMPN 15, sekolah lain seperti SMPN 3 Surabaya juga telah menyiapkan protokol kesehatan ketat guna menyambut kembali para siswa.

Plt Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya, Ahmad Syaroni menuturkan, sebelum memasuki pintu gerbang akan dilakukan pengecekan suhu tubuh siswa. Selanjutnya, dilakukan penyemprotan disinfektan.

Menurutnya, sebelum memasuki kelas siswa diwajibkan cuci tangan dan melepas sepatu. Berikutnya, para siswa duduk dibangku masing-masing sesuai dengan nomor absensi

Baca Juga  Risma Siapkan Balai RW dan BLC untuk Tempat Belajar Baru, Bagi Anak Kurang Mampu

“Ketika masuk kelas, guru menyiapkan siswa dan menjelaskan terkait protokol kesehatan yang ditetapkan. Masing-masing kelas ada 20 siswa,” tutur Syaroni.

Dirinya juga menjelaskan selama satu hari terdapat empat mata pelajaran. Dimana masing-masing satu mata pelajaran diberikan waktu 30 menit. Seperti contoh kelas 9 masuk pukul 07:00 WIB, kelas 8 masuk pukul 07:30 WIB, dan kelas 7 masuk pukul 08:00 WIB.

“Selisih waktu ini diterapkan agar tidak ada penumpukan siswa. Kami juga minta siswa untuk bawa bekal,” ucapnya.

Bahkan ketika siswa akan ke toilet, pihaknya juga tidak memperkenankan siswa memegang ganggang pintu. Sebagai gantinya, akan ada petugas yang mengarahkan dan membantu siswa. Sebelum siswa keluar kamar mandi, mereka akan disemprot disinfektan dulu.

“Selama pembelajaran tatap muka, kami juga meniadakan istirahat. Siswa boleh makan sambil mengerjakan tugas. Tapi kalau mereka ingin makan nasi, mereka bisa ijin dan akan kami sediakan tempat,” pungkas Syahroni. (dwd/an)

News Feed