oleh

2.700 Guru Non PNS SD dan SMP Terima Insentif Rp 1 Juta per Bulan

Surabaya, (afederasi.com) – Sebanyak 2.700 guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilingkup Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya bisa bernafas lega.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat segera memberikan bantuan insentif per bulan sebesar Rp 1 juta. Tunjangan ini salah satu upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar non PNS.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada guru non PNS dari jenjang SD dan SMP sebesar Rp 1 juta per bulannya.

“Di Surabaya untuk guru jenjang SD-SMP non PNS mendapatkan Rp 1 juta setiap bulan. Guru yang mendapatkan insentif tersebut jumlahnya ada 2.700 orang,” ungkap Supomo saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2020).

Tak hanya guru SD dan SMP, tenaga pengajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), TPA, dan Pos Paud Terpadu (PPT) juga turut mendapatkan tunjangan dari Pemkot Surabaya sebesar Rp 400 ribu.

“Insentif tersebut diberikan kepada TK yang menurut penilaian pemerintah kota lebih mengedepankan nilai-nilai sosial. Artinya, TK yang gurunya mendapatkan insentif itu didalam pelaksanaan pembelajarannya tidak menarik biaya ke anak didik,” ujarnya.

Baca Juga  Gondol Sepeda Pancal, Pengamen Diciduk Polisi

Sedangkan bagi TK yang menerapkan pembayaran kepada peserta didik, Pemkot Surabaya memberikan tunjangan sebesar Rp 250 ribu. Supomo menjelaskan bahwa pihak pemerintah sendiri telah mempersiapkan anggaran kepada para guru tersebut.

“Total anggaran yang disiapkan pemerintah selama satu tahun untuk memberikan gaji kepada guru-guru tadi ada sekitar Rp 37,4 miliar,” kata Supomo.

Tidak hanya itu, Pemkot juga akan memberikan insentif kepada guru ngaji di Tempat Pendidikan Al-Qur’an dan Sekolah Minggu sebesar Rp 400 ribu setiap bulannya. Total anggaran yang disiapkan untuk seluruh guru tersebut mencapai Rp 26,1 miliar.

“Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan anggaran kepada SD swasta, MTs, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan swasta untuk biaya oprasional sebesar Rp 345 miliar. Anggaran ini digunakan untuk operasional sekolah-sekolah tersebut,” tutup Supomo. (dwd/yp)

News Feed