oleh

Terjerat Hutang, Diperkosa, Dirampas Perhiasan, Ditinggal Kabur

Kasatreskrim AKP Hendi Septiadi (tengah) saat menunjukkan barang bukti kasus perkosaan dan perampasan di ruang Satreskrim Polres Tulungagung

Tulungagung (Afederasi.com) – Jangan mudah percaya dengan orang yang berpura-pura baik hendak membantu membayar hutang. Seperti yang dialami KS  warga Desa Jatirunggoh Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Perempuan berusia 24 tahun diperkosa oleh SR  (46) warga Desa Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang Jawa Tengah di salah satu rumah Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Hal itu terungkap ketika digelar perkara kasus itu pada Senin (2/9/2019) pagi. Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasatreskrim AKP Hendi Septiadi mengatakan korban termakan tawaran tersangka karena hendak membayar hutangnya. Syaratnya harus ikut naik mobil hingga ke Tulungagung.

“Pemerkosaan terjadi di Tulungagung,” katanya.

Menurutnya polisi sudah menetapkan SR sebagai tersangka. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi maupun korban dan barang bukti serta hasil visum, perbuatan tersangka memenuhi unsur-unsur dalam pasal 285 KUHP tentang perkosaan jo pasal 368 KUHP tentang ancaman disertai kekerasan.

“Ancaman hukumannya 12 tahun dan 9 tahun penjara,” tegas  Hendi

Hendi mengatakan, penerapan kedua pasal tersebut bukanlah tanpa syarat. Sebab dari hasil pemeriksaan terhadap korban maupun tersangka, tersangka diduga kuat memperkorsa korban dengan cara memaksa dan disertai ancaman. Terlebih, dengan jelas bahwa keduanya bukanlah pasangan suami istri dan masing-masing telah berkeluarga.

“Tersangka juga mengakuinya, hanya sekali itu memperkosanya,” ujarnya.

Hendi melanjutkan, hal tersebut dikuatkan dengan hasil visum pada kemaluan korban. Bahwa ditemukan luka robek akibat benda tumpul yang diduga kemaluan tersangka. Tak hanya itu, setelah melakukan pemerkosaan tersangka juga merampas barang berharga milik korban berupa cincin, ponsel, dam dompet korban yang berisi KTP maupun STNK.

“Setelah itu tersangka melarikan diri ke Semarang,” terangnya.

Hendi menambahkan, dari peristiwa tersebut pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah selimut warna biru gambar kereta Tomas, sebuah sprei warna merah muda motif bunga, sebuah baju warna abu-abu motif garis, sebuah rok bahan jin warna biru, sebuah celana dalam warna biru muda, sebuah BH warna ungu, empat helai rambut, sebuah ponsel merk Samsung Galaxy, sebuah tas berisi KTP, STNK, kerudung, dan ATM, serta uang tunai sebesar Rp 405 ribu. (ra/am)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed