oleh

Khofifah Gowes di Kota Marmer, Ini yang Dilakukan

Tulungagung, (afederasi.com) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melakukan Gowes (bersepeda) di Kota Marmer pada Minggu (13/9/2020) pagi. Kunjungan kerja (kunker) ini sekaligus mensosialisasikan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 6 Tahun 2020 dan memulihkan sektor ekonomi..

Diawali di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, orang nomor satu di Jatim tersebut memberikan santunan kepada anak yatim. Selanjutnya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung, mereka Gowes sambil membagi-bagikan masker dan sembako di Pasar Ngemplak, serta menggelar talkshow di salah satu station radio setempat.

Kemudian, iring-iringan melanjutkan kunker ke sentra industri batik Gajah Mada di Desa Mojosari Kecamatan Kauman. Mereka tetap semangat mengayuh sepedanya meski jarak tempuh sekitar 8 kilometer.  

Setelah melakukan dialog dan meninjau proses produksi batik, rombongan melanjutkan kunker ke koperasi susu, toko Bumdes, dan penyaluran BLT di Kecamatan Sendang. Kemudian diteruskan meninjau tempat wisata di Pantai Gemah, dan Pantai Klatak.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, kunker ini bertujuan untuk memantau kesiapan Kabupaten Tulungagung untuk menerapkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020. Selain itu, juga untuk melihat kesiapsiagaan sektor perekonomian ditengah pandemi Covid-19.

Baca Juga  Berlatih Paralayang, Pemuda Ini Tersangkut di Pohon

“Alhamdulilah prosentase kesembuhan pasien covid-19 di Jatim tertinggi di Pulau Jawa,” katanya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membatik di sentra batik Gajah Mada Desa Mojosari Kecamatan Kauman (Foto : yoppy/afederasi.com)

Khofifah melanjutkan, dalam setiap kunjungan ke daerah pihaknya selalu meminta diintegrasikan dengan pelaku UMKM. Sebab selama pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan domestik regional bruto (pdrb) sebesar 54 persen disupport oleh UMKM.

“Memang ada pelemahan, namun ini harus kita dorong. Misalnya dengan menggaungkan program bangga buatan Jawa Timur, seperti batik,” terangnya.

Terlebih lanjut Khofifah, desain batik di Jatim selatan meliputi Tulungagungm Blitar, dan Trenggalek memiliki karakteristik dan khas yang berbeda. Mereka juga terus berinovasi dan melakukan improvisasi agar bisa tetap bertahan.

“Saya ingatkan agar desainnya didaftarkan di HAKI. Misalnya karakter batik Gajah Mada, ini harus dipatenkan. Biar kedepan mereka bisa menjual brand-nya,” terangnya.

Khofifah menambahkan, pihaknya kini juga tengah menambahkan usulan penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres PUM) sebanyak 2 juta pelaku UMKM. Sebelumnya, di Jatim hanya ada 1,8 juta yang sudah menerima.

“Kalau secara total di Jatim ada 9,78 juta pelaku UMKM di jatim,” pungkasnya. (yp)

News Feed