oleh

Ratusan Massa Geruduk Kantor DPRD, Ini Tuntutannya

Tulungagung, (afederasi.com) Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi masyarakat anti radikalisme, komunisme dan terorisme, Senin (3/8/2020) pagi mendatangi kantor DPRD Tulungagung.

Dimana, arak – arakan massa dengan mengendarai kendaraan roda dua tiba di kantor yang beralamatkan Jl. RA Kartini itu sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan membentangkan spanduk bertuliskan rakyat menolak faham radikalisme dan khilafah komunis.

Namun, sejumlah aparat kepolisian telah siap mengamankan aksi tersebut. Dengan memasang kawat berduri sebagai blokade massa agar tidak masuk ke gedung DPRD Tulungagung. Dibalik itu juga berdiri anggota kepolisian.

Dalam orasi yang disampaikan salah satu koordinator aksi tersebut mengatakan munculnya gerakan radikalisme agama, komunisme sekuler dan terorisme di Indonesia telah memperlemah kohesivitas masyarakat. Semangat persatuan dan kesatuan yang menjadi kekuatan utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kini mulai terkoyak.

“Tulungagung termasuk yang terkena imbas cukup serius, mengingat sejumlah daerah terindikasi menjadi lahan subur bagi berkembangnya paham tersebut,” ucap Ketua AMAR Kabupaten Tulungagung, Maliki Nusantara dalam orasinya.

Baca Juga  Simpan Ratusan Pil Dobel L, Pria Besole Diciduk Polisi

Maliki melanjutkan, dengan masifnya gerakan radikalisme, komunisme dan terorisme di Tulungagung membuat masyarakat Kota Marmer merasa resah. Sehingga perlu adanya deradikalisasi yang memiliki tujuan untuk menetralisir pemikiran radikalisme.

“Yang nantinya dapat mengembalikan kondisi Kabupaten Tulungagung yang aman, damai serta menjunjung tinggi nilai toleransi yang tinggi, sesuai dengan budaya masyarakat Tulungagung,” jelasnya.

Dengan demikian AMAR mendorong pemerintah untuk menolak segala bentuk radikalisme, komunisme, dan terorisme. Mendorong pemerintah untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan amanat perundang – undangan. Serta supremasi hukum.

Setelah menyampaikan orasi, perwakilan aksi dipersilahkan masuk ke ruang aspirasi kantor DPRD Tulungagung. Dengan diterima oleh Forkompimda setempat. Sedangkan massa yang lain membubarkan diri untuk kembali pulang dengan kawalan aparat kepolisian. (an)

News Feed