oleh

Temui Kapolda Jatim, Dirut PT LIB Bahas Liga Satu

Surabaya, (afederasi.com) – Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadiyan Lukita menemui Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran pada Selasa (1/9/2020). Pertemuan ini untuk membahas rencana bergulirnya Liga Satu Indonesia ditengah pandemi Covid-19 dan Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.

Direktur Utama PT liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadiyan Lukita mengungkapkan, rencananya Liga Satu akan bergulir mulai 1 Oktober hingga 28 Februari 2021. Karena ditengah pandemi Covid-19, tentu dengan format yang berbeda yakni seperti tanpa suporter atau penonton.

“Jadi pertandingan ditayangkan lewat televisi,” katanya.

Akhmad melanjutkan, sedangkan untuk pemain disetiap klub akan dilakukan tes swab. Hal ini untuk menghindari klaster baru di persepakbolaan Indonesia. Menurutnya, protokol kesehatan ini juga menjadi perhatian yang serius.

“Jika ada pemain yang terindikasi Covid-19 tentu akan dilakukan isolasi,” tutup Akhmad Hadiyan.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan, digulirnya Liga Satu juga perlu diperhitungkan. Pasalnya, waktunya bersamaan dengan puncak tahapan Pilkada yakni pada bulan November sampai dengan tahapan inti pada 9 Desember.

Baca Juga  12 Perusahaan Terbaik Boyong Penghargaan OP Tanjung Perak

“Liga satu sepak bola Indonesia direncanakan akan dimulai tanggal 1 Oktober 2020 tahun ini. Harapannya, dapat mengobati rasa rindu masyarakat, namun juga perlu dikaji karena di Indonesia Covid-19 masih mewabah,” ungkapnya.

Pada prinsipnya lanjut Fadil, pihaknya siap melaksanakan apa yang menjadi kebijakan Mabes Polri. Nantinya, kami juga akan memberi masukan ke Mabes Polri mengenai hal tersebut.

Fadil juga memaparkan mengenai jadwal setiap pertandingan antara klub satu dengan klub yang lain juga harus dianalisa betul agar semua berjalan kondusif. Karena dinamika pertandingan, meskipun tanpa penonton maupun suporter, mereka sangat mencintai klub mereka masing-masing.

“Jawa Timur saat ini dalam situasi sangat kondusif tidak ada hal-hal yang menonjol yang terjadi. Ini yang menjadi penekanan kami, sementara itu, Jawa Timur merupakan Provinsi dengan angka komulatif Covid-19 nomor dua di Indonesia,” ujarnya.

Fadil menambahkan, untuk Surabaya, Persebaya tidak memiliki lapangan. Karena, stadion yang digunakan Persebaya masih dalam taraf perbaikan. Stadion Gelora Bung Tomo dan Gelora Sepuluh November masih direnovasi untuk persiapan Piala Dunia U-21, yang mungkin juga bisa menjadi pertimbangan. (al/yp)

News Feed