oleh

Persi Jatim Dan DKI Lakukan Studi Banding Pelayanan Di RSUD dr Iskak Tulungagung

Para pengurus Persi Jatim dan Persi DKI ketika meninjau beberapa lokasi pelayanan UGD di RSUD dr Iskak, Kamis (19/09/2019) sore

Tulungagung, (Afederasi.com) – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur dan Daerah Khusus Ibukota (DKI) melakukan studi banding ke RSUD dr Iskak Tulungagung, Kamis (19/9/2019).

Dalam study banding yang dilakukan oleh Persi DKI ini,  yang mana mereka belajar bagaimana rumah sakit milik pemerintah daerah, memberikan layanan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS).

Ketua Persi DKI Jakarta, dr Koesmedi Priharto, Sp.OT, M.Kes, FICS, FAPOA, mengungkapkan pelayanan kesehatan di era JKN-KIS ini banyak sekali perubahan. Masing – masing daerah berbeda budaya maupun keadaannya. Seperti halnya di rumah sakit di Tulungagung yang dianggapnya sudah berhasil menghadirkan solusi pelayanan kesehatan. Dengan kondisi willayah dan masyarakat yang seperti saat ini.

Namun, model pelayanan ini belum tentu bisa untuk diterapkan di daerah Metropolitan. Dimana mereka mempunyai keinginan yang lebih tinggi. “Inilah kewajiban daripada organisasi rumah sakit, untuk melihat dan sharing, apakah model – model pelayanan di RSUD dr Iskak seperti ini akan bisa diadopsi,” ungkapnya.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, RSUD dr Iskak Berlakukan Pembatasan Kunjungan Pasien

Menurut Koesmedi, dengan mengadopsi model pelayanan kesehatan di Tulungagung, memiliki tujuan bagaimana masyarakat di Indonesia ini mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Tentunya, setiap pelayanan kesehatan tidak bisa disamakan mulai dari  Aceh hingga Maeruke, dengan satu pelayanan. Sebab, masing – masing daerah mempunyai keunikan dan keinginan yang berbeda.

“Berbeda pemerintahan saja namun bentuk daerahnya sama, mungkin akan berbeda. Tapi kita wajib memberikan masukan kepada menegement rumah sakit, jika ada rumah sakit yang bagus untuk kita ambil contoh mungkin pelayanannya, itu bisa dimodifikasi, atau dipelajari lebih dalam lagi,” jelasnya.

Seusai meninjau beberapa lokasi pelayanan RSUD dr Iskak, Koesmedi, memuji layanan kedaruratan RSUD dr Iskak sangatlah baik, melihat suatu daerah dengan kapasitas seperti ini, dengan didukung layanan kesehatan seperti ini itu sangat bagus sekali.

“Rumah sakit di daerah punya layanan kedaruratan seperti ini, saya nilai sangat bagus,” ungkap dr Koesmedi, seusai meninjau IGD.

Sebelumnya RSUD dr Iskak menjadi rumah sakit terbaik dalam BPJS Award, pada kategori rumah sakit tipe B. Dan Dokter Koesmedi adalah salah satu juri yang menilai rumah sakit dari seluruh Indonesia.

Baca Juga  Tunggakan Klaim BPJS Kesehatan Belum Terbayar, Ini Yang Dilakukan Rumah Sakit

Menurut Koesmedi, ada beberapa hal yang dijadikan patokan dalam penilaian rumah sakit. Pertama yang dituntut dari rumah sakit yaitu dimulai dari kemanusiaan. “Artinya kita bisa bilang ‘tidak bisa’ kepada pasien, namun dibalik kata ‘tidak bisa’ kita harus bisa mencarikan jalan keluar atau solusi kepada pasien, apa yang bisa dia perbuat,” katanya.

Yang kedua membentuk jejaring komunitas dengan Puskesmas dan RS swasta, hal tentunya akan menekan pembiayaan, dan bisa menyelesaikan masalah pasien hingga tuntas. Kemudian terakhir terkait kebersihan rumah sakit. “Ya itulah yang memang masih menjadi tolok ukur kita. Tidak bisa rumah sakit membersihkan sendiri, sementara masyarakatnya masih mempunyai budaya yang tidak mengerti kebersihan,” tambah Mantan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Sementara itu Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto, SP. B FINACS, mengatakan peralihan model lama ke BPJS Kesehatan laksana kawah candradimuka. Selama lima tahun semua ramai, antara BPJS Kesehatan dengan rumah sakit, rumah sakit dengan dokter, dokter dengan dokter bahkan lintas kementerian. Namun, RSUD dr Iskak berhasil keluar dari ribut-ribut kawah candradimuka, dengan konsep baru.

Baca Juga  Percepat Penanganan Lakalantas, Polres Tulungagung Luncurkan Aplikasi TACS

“Kalau dalam cerita, siapa yang bisa keluar dari kawah candradimuka akan sakti. Rumah sakit ini sudah berhasil keluar,” tutur dr Supriyanto.

Lanjutnya, RSUD dr Iskak menelurkan konsep baru layanan perumahsakitan dengan konsep  “hospital without wall comprehensive” (rumah sakit tanpa tembok komprehensif). Konsep itu mempunyai karakter  “low cost high quality  and social responbility” (rendah biaya bermutu tinggi dan tanggung jawab sosial). “Konsep inilah yang dianggap baru dalam model perumahsakitan di Indonesia,” katanya.

Berkat keberhasilan konsep ini, dr Supriyanto diundang untuk melakukan presentasi di Kongres Rumah Sakit Dunia di Oman, pada 6-9 Novemver 2019 mendatang. “Saya diminta untuk presentasi di sana pada tanggal 8 November (2019),” pungkasnya. (an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed