Kamis, 25 November 2021, 19:50 WIB

Dukung Transisi Energi, Pengembangan Pembangkit EBT 1,1 GW Dimulai Tahun Depan

Jakarta, (afederasi.com) – Dalam perhelatan Indonesia EBTKE Connect Expo 2021, Presiden RI Joko Widodo meminta agar transisi energi segera dilakukan dengan meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi. Apalagi Indonesia memiliki banyak potensi sumber energi bersih yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi pengganti energi fosil.

“Kita punya potensi EBT mencapai 418 gigawatt (GW) dari surya, panas bumi, bayu, sampai arus laut. Ini semua bisa kita manfaatkan untuk sumber energi,” ujar Presiden.

Presiden juga mengingatkan agar pengembangan EBT tidak membebani negara maupun masyarakat. Oleh karena itu, dia pun meminta agar pengembangan EBT harus benar-benar terencana dan dipastikan tersedia pendanaannya, serta jangan sampai membebankan negara berupa kenaikan subsidi dan membebankan masyarakat berupa kenaikan tarif listrik.

PLN mendukung langkah pemerintah guna mempercepat transisi energi dan menggenjot porsi EBT dalam bauran energi. Direktur Mega Proyek dan EBT PLN Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, PLN akan mengembangkan beberapa proyek EBT pada tahun depan. Proyek-proyek ini sudah tertuang dalam RUPTL 2021-2030. RUPTL Green ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menggenjot penggunaan energi bersih.

Baca Juga  PLN Rampungkan Proyek Tegangan Ekstra Tinggi Senilai Rp 262 Miliar

“Dalam RUPTL kami berkomitmen bahwa penggunaan energi bersih akan lebih banyak. Langkah ini kami lakukan untuk mencapai carbon neutral pada 2060,” ujar Wiluyo.

Adapun 21 proyek EBT yang akan dikembangkan oleh PLN tahun depan antara lain,  proyek PLTA/M yang tersebar di Sumatera, Sulawesi dan di Jawa. Kapasitas terpasang  PLTA/M mencapai sebesar 490 MW. Proyek PLTP dengan total kapasitas sebesar 195 MW.

“Kami membuka peluang kerja sama seluas luasnya bagi semua pihak yang ingin bekerja sama mengembangkan pembangkit EBT,” ungkap Wiluyo.

Selain itu, PLN juga akan mengembangkan PLTBio tersebar dengan kapasitas total hampir 20 MW.  Tak hanya itu, PLN juga menggenjot penggunaan energi surya dengan PLTS di beberapa kepulauan, lokasi tersebar termasuk program konversi PLTD sebesar 500 MW dengan lokasi tersebar, serta pengembangan PLTB.

Sedangkan di tahun ini, akan ada tambahan kapasitas terpasang dari PLTM sebanyak 13 proyek dengan total kapasitas 71,9 MW. Sedangkan ada dua PLTA di Poso Peaker dan Malea di Sulawesi Selatan. Poso Peaker menambah kapasitas terpasang PLTA sebesar 130 MW dan PLTA Malea sebesar 90 MW.

Baca Juga  Ragam Kendaraan Listrik Mejeng di GIIAS 2021

“Kami juga membangun PLTBG yang sudah beroperasi pada tahun ini di Pasir Mandoge dan Arung Dalam dengan masing masing kapasitas 2 MW,” ujar Wiluyo.

Dalam transisi energi dan mencapai net zero emission, kata Wiluyo, PLN juga melakukan berbagai upaya. Selain menggenjot porsi EBT di pembangkitan. PLN juga melakukan rencana penghentian PLTU secara bertahap hingga 2050 mendatang. (am)

News Feed