oleh

Dihari Pertama KPSH Bulog, Sepi Pembeli

Terlihat salah satu pengunjung pasar menghampiri stand KPSH Bulog, di pasar tradisional Ngemplak, Tulungagung, Jawa Timur

Tulungagung, (Afederasi.com) – Dihari pertama pelaksanaan program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) beras medium, yang dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tulungagung di pasar Tradisional Ngemplak, Rabu (24/09/2019) kurang begitu diminati oleh para pembeli atau masih sepi.

Wakil Pimpinan Bulog Cabang Tulungagung, Eri Nurul Hilal mengungkapkan, sepinya pembeli ini dimungkinkan karena program KPSH di tahun 2019, baru awal dilaksanakan secara serempak di Jawa Timur, ditambah pergerakan harga di pasaran yang saat ini belum mengalami kenaik secara signifikan.

“Masih awal dan pergerakan harga belum terlalu naik,” ungkapnya.

Eri menuturkan pogram KPSH ini merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka menjaga stabilisasi harga pangan khususnya untuk komoditas beras yang dilaksanakan secara serentak di Jawa Timur. “KPSH ini kita laksanakan dua hari dalam satu minggu, yaitu pada Rabu dan Jum’at. Di pasar tradisional Ngemplak,” ungkapnya, Rabu (25/09/2019)

Baca Juga  Bulog : Pengadaan Cadangan Beras Pemerintah Baru Capai 60 Persen

Adapun komoditas yang disediakan dalam KPSH ini meliputi beras, gula, dan minyak. Untuk harga beras medium yakni dipatok harga Rp 8.100/kilogram kemasan curah seberat 50 kilogram diambil di gudang. Selain itu juga disediakan beras medium kemasan 5 kilogram dengan harga Rp 8.600/kilogram.

Kemudian beras medium plus kualitas yang bagus dengan harga Rp 9000/kilogram, serta beras premium dengan harga Rp 10 ribu perkilogram juga disediakan.

“Selain beras, kita bawa juga komoditas gula manis kita dengan harga Rp 11.500/kilogram. Minyak goreng kita dengan harga Rp 12.000/liter,” jelasnya.

Eri mengakui jika harga komoditas yang sediakan oleh bulog dibanding dengan harga komoditas di pasar, untuk saat ini hanya terpaut Rp 500. Namun, jika melihat harga eceran tertinggi (HET) dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) untuk beras medium yakni Rp 9.450/kilogram.

“Disini kita jual beras jauh dari HET. Beras medium kemasan 5 kilogram bisa dinikmati oleh masyarakat dengan harga Rp 8.600/kilogram. Sedangkan harga Rp 8.300/kilogram dengan kemasan 50 kilogram, itu jika sampai pasar. Kalau ambil digudang harganya Rp 8.100/kilogram kemasan 50 kilogram. Jadi sasaran kami langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Presiden Tinjau Gudang Bulog Cek Ketersediaan Pangan

Eri menambahkan dalam program KPSH ini pihaknya tidak membatasi pembeli, semua orang, pedagang maupun distributor yang lainnya diperbolehkan untuk membeli, tidak ada pembatasan pembeliannya. Karena program ini untuk stabilisasi harga. Pelaksanaanya akan terus dilakukan hingga akhir tahun di wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung yang meliputi Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar dan Trenggalek. Untuk di Tulungagung masih difokuskan di pasar ngemplak.

“Untuk stok beras yang disiapkan pada program ini sekitar 15 ribu ton meliputi beras medium dan premium. Setiap harinya kita membawa sekitar 3 ton baik kemasan 50 kilo maupun 5 kilo. Namun, untuk serapan perhari masih dibawah 1 ton,” pungkasnya. (an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed