oleh

Kunjungi Mangrove Wonorejo dan Kampung Eks Lokalisasi Dolly, Ini Tanggapan Peserta World Habitat Day

Surabaya, (afederasi.com) – Pemerintah Kota Surabaya memanjakan para tamu acara World Habitat Day dengan mengajak jalan-jalan Mangrove Wonorejo dan eks lokalisasi Dolly.

Field trip kali ini diikuti oleh Pemenang Scroll of Honour Award 2020 Mr Jose David Alvarez Maldonado dan Staf KBRI Nairobi Mr Pradono Anindito.

Saat mereka tiba di lokasi Mangrove Wonorejo, para tamu ini langsung disambut oleh jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya. Kemudian mereka diarahkan ke jogging track yang menerobos ke dalam pohon mangrove. 

This is so beauriful, very natural (Ini sangat indah, sangat alami,” kata Jose David Alvarez ketika diminta pendapatnya saat berjalan-jalan di hutan Mangrove, Rabu (7/10/2020).

Menurutnya, mangrove yang ada di sini merupakan project yang sangat bagus. Bahkan, ide pengembangan mangrove ini juga sangat menarik, lantaran merupakan project yang berkelanjutan dan bisa memberikan dampak yang baik bagi masyarakat di sekitarnya. Selain itu, ia menilai ekosistem yang ada di Mangrove Wonorejo itu sangat bagus, karena kehidupan pesisir laut dimulai dari mangrove ini.

Baca Juga  Dalami Dugaan Pelanggaran Jam Malam, Satpol PP Panggil Pengelola Kafe Maxy

This is the my first time traveling a mangrove forest in Indonesia and Asia. Im so glad to be here right now (Ini pertama kalinya saya datang ke mangrove yang ada di Indonesia dan Asia. Saya sangat senang berada di sini),” ujarnya.

Setelah cukup berkeliling di Mangrove Wonorejo, rombongan ini bergeser ke Kampung Eks Lokalisasi Dolly atau eks lokalisasi Dolly. Di kampung ini, para tamu langsung melihat pengembangan UMKM di KUB Mampu Jaya. Di tempat tersebut, ia melihat warga eks lokalisasi Dolly sedang memproduksi sepatu dan sandal, termasuk sandal hotel yang sudah bekerjsama dengan mereka. UMKM ini menempati sebuah gedung besar dan tinggi yang dulunya merupakan salah satu gedung lokalisasi terbesar di gang Dolly.

Selanjutnya, mereka mengunjungi DS Point untuk melihat berbagai produk UMKM di Kampung Eks Lokalisasi Dolly itu. Mereka juga sempat mencoba snack dan minuman khas UMKM Dolly. Kemudian, mereka juga menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah batik di eks lokalisasi Dolly itu.

Baca Juga  Tujuh Tersangka Pengeroyokan di Desa Nyawangan Terancam 12 Tahun Penjara

Selain melihat berbagai macam batik karya warga sekitar, Jose juga sempat belajar membatik di tempat tersebut. Ia mengaku pertama kali belajar membatik, sehingga dia menilai bahwa proses membatik sangat keren.

My daughter went into designer school, when i see this, i remember her. It is very special moment for me. Thank you  (Anak perempuan saya sekolah design, dan saat melihat ini, saya teringat dia. Ini adalah momen yang sangat spesial bagi saya),” kata Jose.

Dirinya juga menilai bahwa inisiatif yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya sangat bagus, terutama dalam menggabungkan kegiatan yang sangat produktif dengan pengembangan ekonomi yang ada di kawasan eks lokalisasi ini. Terlebih, ia menyebut pengembangan ekonomi di daerah ini bisa dicontoh oleh kota-kota lain di belahan dunia.

The creative enterpreuner in Surabaya is remarkable. Support from city government are also exellent to repair the quality of people in here (Pengembangan UMKM-nya sangat bagus. Dukungan dari pemerintah daerahnya sangat bagus, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat di sini),” imbuhnya.

Baca Juga  Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD

Sementara itu, Staf KBRI Nairobi Mr Pradono Anindito menilai bahwa kebijakan yang dilakukan oleh Wali Kota Risma bersama jajarannya sangat bagus. Sebab, kebijakan itu dipikirkan dari awal hingga akhir, termasuk solusi pemberdayaan warganya.

“Saya mnelhat Kampung Dolly ini sangat menarik, karena kebijakannya di sini dipikirkan dari awal sampai akhir. Jadi, tidak hanya menutup (lokalisasi), tapi apa yang harus dilakukan dan bagaimana memberdayakan masyarakatnya juga dipikirkan, sehingga ada solusi untuk kehidupan yang berkelanjutan,” pungkas Pradono. (dwd/yp)

News Feed