Rabu, 13 Oktober 2021, 22:08 WIB

11 Tewas dalam Longsor dan Banjir di Filipina

Filipina, (afederasi.com) – 11 orang dinyatakan tewas dalam longsor dan banjir yang melanda Filipina. Badai tropis yang terjadi pada selasa (12/10/2021), memicu tanah longsor dan banjir bandang di wilayah Filipina utara. Sedikitnya 11 orang tewas dan tujuh orang hilang dalam peristiwa tersebut.

Sementara dari data yang berhasil dihimpun, lebih dari 6.500 penduduk dievakuasi dari rumah-rumah di beberapa kota yang dilanda banjir dan hujan deras. Sementara angin kencang menumbangkan pohon dan merobohkan tiang listrik.

Badai Tropis Kompasu terakhir dilacak berada di atas Laut Cina Selatan dan bergerak menuju pulau Hainan, China, dan kemudian ke Vietnam dengan kecepatan angin 100 kilometer per jam (kpj) dan embusan 125 kpj, kata pusat ramalan cuaca pemerintah.

Enam penduduk tewas dalam tanah longsor yang melanda rumah mereka di provinsi Benguet, daerah pegunungan di Filipina utara, dan tiga lainnya di wilayah itu belum ditemukan. Seorang penjaga keamanan tersapu gelombang kuat ketika memeriksa pelabuhan dan tenggelam di kota Claveria di Cagayan, kata pejabat tanggap bencana.

Baca Juga  Kemenhub dan Stakehokder Pernebangan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Di provinsi Palawan, empat tewas dan empat lainnya hilang dalam banjir bandang di kota Narra, yang dilanda hujan dalam musim hujan yang diperparah oleh badai.

Sekitar 20 badai dan topan setiap tahun menerjang Filipina, yang juga terletak di “Cincin Api” Pasifik, wilayah yang sering dilanda gempa dan letusan gunung berapi.(dn)

News Feed