oleh

Inilah Alasan Nama-nama Bakal Calon Wakil Bupati Masuk Polling

Perkembangan perolehan suara per 2 September 2019 pukul 22.50 WIB

Tulungagung (Afederasi.com) – Konstelasi politik di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mulai menghangat menjelang pemilihan wakil bupati melalui DPRD setempat. Itu terlihat dari hasil polling di www.afederasi.com. Apa dasar memasukan nama-nama bakal calon wakil bupati dalam polling?.

Konsultan hukum HW and Partner’s Law Firm, Hery Widodo menegaskan polling di laman website www.afederasi.com, yang bisa dilihat perkembangan suara setiap detik itu mempunyai alasan-alasan tertentu. Salah satunya adalah dalam pemilihan wakil bupati meski melalui DPRD. Partisipasi publik harus diikutkan. Bagaimana suara rakyat dijadikan pertimbangan parpol yang mempunyai kursi DPRD, utamanya yang bakal memberikan rekom, yaitu PDIP dan Nasdem.

“Jangan sampai ditinggalkan partisipasi publik dalam pemilihan pemimpin,”tegas Hery Widodo.

Kenapa dalam polling hanya memunculkan lima nama saja?. Yaitu Gatot Sunu (pengusaha), dr Supriyanto (direktur RSUD dr Iskak), Bambang Susetyo (PNS), Tatang Suhartono (PNS) dan Ahmad Djadi (ketua DPD Nasdem). Padahal banyak orang yang ingin dimasukan dalam polling. Hery menegaskan hanya dua partai politik yang akan memberikan rekom karena memenangkan pilkada 2018 silam, PDIP dan Nasdem. Nama-nama tersebut tidak lepas dari korelasi dengan dua partai itu.

Lawyer berkacamata mencontohkan nama Gatot Sunu. Dia sudah tidak diragukan dalam pemenangan kontestasi bersama partai berlambang kepala banteng moncong putih, baik pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan legislative. Bahkan pengusaha toko bangunan itu sudah mengantongi KTA PDIP. Tatang Suhartono, pejabat eselon II pemerintah kabupaten setempat juga pernah mendapatkan rekomendasi dari PDIP sebagai calon wakil bupati mendampingi Isman pada pilkada 2014 silam. Namun pasangan tersebut dikalahkan pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo. Artinya Tatang Suhartono juga pernah berproses dengan PDIP.

Masih menurut Hery Widodo, Bambang Susetyo juga pernah mengurus rekom salah satunya ke PDIP pada pilkada 2014. Begitu juga dengan dr Supriyanto. Publik mengetahui jika dia menjabat sebagai direktur RSUD dr Iskak pada era pemerintahan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo periode pertama.

“Sedangkan Ahmad Djadi merupakan ketua DPD Nasdem. Partai bentukan Surya Paloh mempunyai andil dalam memberikan rekom,”jelasnya.

Hery melanjutkan dalam polling itu masyarakat diberi pilihan tanpa nama. Jika masyarakat tidak mempunyai nama-nama dalam polling. Mereka bisa memilih dengan tanpa nama itu.

Kenapa polling tidak memasukan nama-nama kader PDIP?. Padahal stok kader sangat banyak. Hery menegaskan di internal PDIP ada beberapa pandangan berbeda soal pemilihan wakil bupati. Perbedaan pandangan berpolitik itu yang menjadi alasan kuat belum dimasukan dalam polling. Selain itu, informasi yang berkembang. Beberapa nama-nama yang masuk polling sudah menjalin komunikasi intensif dengan para anggota dewan yang bakal memilihnya. Mereka juga kelihatan menjalin komunikasi kepada parpol melalui jaringan-jaringan yang dimiliki hingga ke DPP.

“Wajar jika kader PDIP juga ingin berebut rekom menjadi wakil bupati. Tapi semua bisa dilihat dari pergerakan berpolitik mereka,”pungkasnya. (am)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed