oleh

Wagub : Menjadi Orang Hebat Belajar dari Kegagalan

Mataram, (afederasi.com) – Wakil Gubernur Dr. Sitti Rohmi Djalilah mengajak generasi bangsa untuk menjadi orang hebat. Salah satu caranya dengan belajar dari kegagalan. Hal itu diungkapkan ketika  silaturahim di Balai Anak Paramita, Lombok Barat, Selasa(30/06-2020).

“Tentu semua tidak terlepas dari ikhtiar dan do’a,” ujar Sitti Rohmi Djalilah

Dijelaskan orang hebat dan sukses adalah mereka yang pernah jatuh bangun dengan kegagalan. Dari kegagalan itu membuat mereka menjadi kuat dan tangguh dalam spirit untuk berjuang dan bangkit menjadi insan yang hebat.

Dihadapan anak-anak yang sedang mendapatkan rehabilitasi sosial karena mengalami berbagai kasus tersebut, Wagub Umi Rohmi sapaannya mengajak mereka untuk mengembangkan sikap optimistik dan bahagia sehingga menjadi modal penting untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

“Hari ini kalian masih punya waktu yang panjang untuk membuktikan kepada dunia, bahwa kalian  bisa hebat dan mampu menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain. Kuncinya adalah disiplin dan tidak lupa mengasah diri dengan ilmu, iman dan amal yang baik,” tegasnya.

Baca Juga  10 Desa Persiapan di Lombok Utara Sudah Definitif, Ini Nama-nama Desa

Kepada segenap karyawan dan karyawati, Umi Rohmi berpesan agar menjadikan tugas dan pengabdian sebagai pekerja sosial tersebut sebagai ladang untuk beramal kebaikan.

“Jika  diawali dengan niatan baik, maka imbalannya bukan hanya di dunia melainkan juga akhirat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Anak Paramita, I Ketut Supena menjelaskan bahwa Balai paramita yang dipimpinnya melayani dan melaksanakan program rehabilitas sosial anak yang berhadapan dengan 15 kasus.

Diantaranya anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan anak korban eksploitasi ekonomi(seksual).

Juga anak terlibat penyalahgunaan narkotika, anak korban pornografi, anak terjakit HIV, anak korban penculikan dan penjualan, anak korban kekerasan fisik, anak korban seksual, anak korban jaringan terorisme, anak penyandang desabilitas, anak korban pengelantaran, anak dengan perilaku menyimpang, anak korban stigma dan pelabelan

Ketut juga melaporkan bahwa berdasarkan data tahun 2020, tercatat 1.020 anak  berhadapan dengan berbagai kasus dan permasalahan sosial di NTB. Namun yang direhabilitasi di balai yang dipimpinnya itu, pada tahun ini saja, sudah  mencapai 49 orang.

Baca Juga  Sowan ke Datoq Bagu, Masrun Aksar Minta Restu dan Diberi Wiridan

Ia juga menjamin bahwa anak-anak yang masuk di Balai Anak Paramita adalah mereka yang akan merasakan kebahagian. Karena menurutnya, selain bertemu dengan teman-teman baru, mereka juga diberikan edukasi dan diberi kesibukan dan aktivitas yang membuat anak anak itu kelak menjadi mandiri.

“Dengan manejemen seperti ini, ketut berharap bisa menjadi modal pasca anak-anak itu keluar dari Balai Anak Paramita nantinya,”pungkasnya. (zan/am)

News Feed