oleh

Tunggakan Klaim BPJS Kesehatan Belum Terbayar, Ini Yang Dilakukan Rumah Sakit

Antrian pasien BPJS kesehatan di RSUD dr Iskak Tulungagung (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (Afederasi.com) – Sejumlah rumah sakit di Kabupaten Tulungagug yang bergantung pendapatannya terhadap pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, harus pintar mengatur manajemen keuangan. Karena adanya tunggakan klaim BPJS yang belum terbayarkan. Seperti halnya yang terjadi di RSUI Orpeha Tulungagung.

Dimana rumah sakit tipe C di Kota Marmer itu mengalami keterlambatan klaim BPJS sudah empat bulan terakhir ini belum dibayar. “Kami sejak Juni hingga September belum terima klaim BPJS,” ungkap Direktur RSUI Orpeha Tulungagung, dr H Laitupa Abdulmutalib, SpPDFinasim, ketika dikonfirmasi afederasi.com

Lebih lanjut, Laitupa menuturkan, keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan sebenarnya sering kali terjadi. Namun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, keterlambatan kali ini termasuk yang terbesar.

Menurutnya, keterlambatan klaim BPJS Kesehatan biasanya hanya satu hingga dua bulan saja. Sementara, kini terlambat hingga empat bulan. Padahal, hampir 75-80 persen pasien di RSUI merupakan pasien BPJS. Artinya, keuangan rumah sakit juga bergantung dari sana.

Baca Juga  Sarana Distribusi Obat Tidak Memenuhi Syarat, Ini Penyebabnya

“Kondisi di rumah sakit kami hampir 75-80 persen dari pasien BPJS, sisanya pasien umum. Jadi keuangan kami juga mengikuti kondisi tersebut,” katanya.

Laitupa mengatakan dalam satu bulan klaim BPJS Kesehatan di RSUI Orpeha kurang lebih Rp 1,5 miliar-Rp 2 miliar. Dengan kondisi seperti ini, maka pihaknya mencari talangan dana di bank. Hal itu untuk menutup klaim rumah sakit yang belum dibayar. Selain itu, rumah sakit masih harus dibebani membayar bunga dari rumah sakit. Tentu hal ini kian mempersulit rumah sakit.

“Pada perjanjian jika ada keterlambatan dari pihak BPJS, maka akan dikenai denda 1 persen dari total klaim rumah sakit. Namun, jika kami pinjam talangan dana di bank, kami yang baru membayar bunga bank,” katanya.

Tunggakan klaim BPJS kesehatan juga terjadi di RSUD dr Iskak Tulungagung. Dimana, tunggakan klaim di rumah sakit terbaik di dunia itu sekitar Rp 50 miliar. Dalam satu bulan, klaim rumah sakit yang harus dilunasi BPJS Kesehatan mencapai Rp 10 miliar hingga Rp 12 miliar. “Ya, kurang lebih sudah nunggak Rp 50 miliar,” ungkap Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo, SpB, FINACS, MKes.

Baca Juga  Sempat Dikirimi Makanan Istri, Petani Jagung Ini Ditemukan Meninggal, Diduga Karena Ini

Kendati demikian, untuk layanan kesehatan di rumah sakit tidak berpengaruh. Namun, dia harus menunda pembangunan gedung lima lantai yang rencananya lantaran biaya pembangunan digunakan terlebih dahulu untuk menutup tunggakan klaim BPJS.

Supriyanto dan Laitupa berharap, ke depan tunggakan klaim dapat segera dicairkan. Sebab, rumah sakit telah menyelesaikan kewajiban sesuai dengan peraturan. “Ya, tentu harapan kami ini dapat segera diselesaikan. Meskipun ini belum berpengaruh pada keuangan kita,” pungkasnya. (an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed